Industri Keuangan Syariah Didorong Maksimalkan Fintech

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mardiasmo saat mengambil sumpah pada pelantikannya sebagai anggota Dewan Komisioner OJK di gedung Sekeretariat MA, Jakarta, 13 Desember 2014. Mardiasmo diangkat menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK menggantikan posisi sebelumnya yang diisi Any Ratnawati. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Mardiasmo saat mengambil sumpah pada pelantikannya sebagai anggota Dewan Komisioner OJK di gedung Sekeretariat MA, Jakarta, 13 Desember 2014. Mardiasmo diangkat menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK menggantikan posisi sebelumnya yang diisi Any Ratnawati. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Makassar - Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menyatakan industri keuangan syariah seharusnya bisa mengoptimalkan ekonomi digital melalui kehadiran financial technology (fintech). Khususnya untuk mempercepat target inklusi keuangan dan mendorong inovasi dalam bidang keuangan.

    Perkembangan teknologi ini, menurut Mardiasmo, sangat bermanfaat untuk meraih pangsa yang lebih besar dan tingkat ketercakupan yang lebih luas, karena tidak hanya meningkatkan peluang terhadap akses pembiayaan, namun juga meningkatkan literasi keuangan syariah.

    Baca: Kejar Investor Recehan, Paytren Luncurkan Reksa Dana Online

    "Pemenuhan akses ke berbagai institusi finansial termasuk pemanfaatan Fintech sangat krusial, karena juga bisa mengurangi angka kemiskinan dan menyediakan lapangan kerja," kata Mardiasmo, dalam pidato pembukaan konferensi di Makassar, Rabu, 4 Juli 2018.

    Namun, menurut Mardiasmo, fintech juga bisa memunculkan beberapa tantangan seperti risiko kegagalan teknologi, masalah ketenagakerjaan, kekosongan regulasi, perlindungan konsumen serta pemenuhan prinsip syariah bagi konsumen keuangan syariah.

    Baca: OJK Dorong Industri Keuangan Syariah Optimalkan Fintech

    Hal tersebut disampaikan Mardiasmo saat membuka konferensi keuangan syariah ke-3 atau The 3rd Annual Islamic Finance Conference di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mendorong keterlibatan ekonomi digital pada industri keuangan syariah. "Konferensi ini bertujuan untuk mendorong diskusi mengenai keuangan syariah dan sinergi dengan inovasi teknologi digital," kata Mardiasmo.

    Konferensi yang berlangsung selama 4-5 Juli 2018 ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan dalam industri keuangan syariah dan mengusung tema "Enhancing The Role of Islamic Finance within Digital Economy Era: Opportunities and Challenges".

    Konferensi ini dilaksanakan atas kerja sama antara Kemenkeu, Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Komite Nasional Keungan Syariah, Grup IDB, Bank Dunia dan Universitas Hasanuddin. Sebelumnya, konferensi keuangan syariah ke-1 telah diselenggarakan di Jakarta pada 2016 bersamaan dengan penyelenggaraan Sidang Tahunan IDB, dan konferensi syariah ke-2 diselenggarakan pada 2017 di Yogyakarta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.