Luhut Panjaitan Setuju Dibangun Tugu KM Sinar Bangun, Asal....

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun bersama warga mengikuti doa lintas agama di dermaga Tigaras, Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Ahad, 1 Juli 2018. Dalam video dan foto yang dirilis Basarnas, terlihat jasad korban ditemukan di kedalaman 450 meter, sejauh 4,3 kilometer ke arah barat daya Pelabuhan Tigaras. ANTARA/Sigid Kurniawan.

    Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun bersama warga mengikuti doa lintas agama di dermaga Tigaras, Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Ahad, 1 Juli 2018. Dalam video dan foto yang dirilis Basarnas, terlihat jasad korban ditemukan di kedalaman 450 meter, sejauh 4,3 kilometer ke arah barat daya Pelabuhan Tigaras. ANTARA/Sigid Kurniawan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk membangun tugu KM Sinar Bangun setelah peristiwa tenggelamnya kapal tersebut di Danau Toba, Sumatera Utara. Luhut berharap tugu tersebut nantinya bisa menjadi kenangan bagi para keluarga korban.

    “Saya setuju sekali dengan pembangunan itu, jangan asal dibangun tapi desain yang bagus. Jadi, kalau keluarga datang, mereka bisa ibadah sesuai agamanya masing-masing,” kata Luhut dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 3 Juli 2018.

    Baca: Pemkab Janjikan Bangun Monumen untuk Korban KM Sinar Bangun

    Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan mengatakan monumen yang dibangun akan berbentuk kapal. Nantinya, monumen itu akan disertai nama dan tanggal lahir para korban.

    Sebelumnya, Budiawan mengatakan pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun yang karam di Danau Toba akan berakhir Selasa, 3 Juli 2018. "Besok hari ke-16 dan akan menjadi hari terakhir pencarian," kata dia.

    Baca: Pemerintah Akan Gelar Salat Gaib untuk Korban KM Sinar Bangun

    Budiawan menjelaskan keputusan itu diambil setelah Tim SAR Gabungan bermusyawarah dengan keluarga korban. Dimotori oleh Bupati Simalungun, JR Saragih, keluarga korban bersedia mengikhlaskan para korban.

    Keputusan penghentian pencarian korban KM Sinar Bangun itu diambil setelah tiga kali perpanjanganan waktu pencarian. Pencarian karamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba dimulai pada Senin, 18 Juni 2018. Kemudian, diperpanjang selama tujuh hari diperpanjang pada 25 hingga 27 Juni 2018. Perpanjangan kedua dilakukan pada 28-30 Juni 2018. Perpanjangan ketiga pada 1 hingga 3 Juli 2018 besok, dan sekaligus menutup proses pencarian selama 16 hari.

    Baca: Ratna Sarumpaet dan Luhut Cekcok Soal Evakuasi KM Sinar Bangun

    KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba pada tanggal 18 Juni 2018. Kapal berukuran 17 Gross Tonage (GT) itu seharusnya tidak membawa penumpang lebih dari 43 orang. Sampai saat ini, baru 21 orang yang ditemukan dengan rincian 18 orang selamat dan 3 orang lainnya meninggal. Sementara 164 orang lainnya masih belum ditemukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.