Sabtu, 15 Desember 2018

Layanan Kereta Dipertanyakan Penumpang, Ini Penjelasan KAI

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik membawa barangnya saat turun dari kereta setibanya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin, 18 Juni 2018. Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan, puncak arus balik Lebaran 2018 ke Jabodetabek diperkirakan terjadi pada 18 dan 19 Juni 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pemudik membawa barangnya saat turun dari kereta setibanya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin, 18 Juni 2018. Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan, puncak arus balik Lebaran 2018 ke Jabodetabek diperkirakan terjadi pada 18 dan 19 Juni 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah penumpang kereta api menilai pelayanan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) belum maksimal pada arus balik Lebaran 2018. Sebab, kondisi gerbong kereta api rute Rangkasbitung-Merak pada Minggu, 17 Juni 2018, penuh sesak oleh penumpang, bahkan nyaris ada yang tidak terangkut.

    Menanggapi hal tersebut, Kepala Hubungan Masyarakat PT KAI Daerah Operasional I Edi Kuswoyo meminta penumpang tidak menaiki kereta pada satu waktu bersamaan. “Kalau penumpang ingin naik di jam yang sama, enggak mungkin. Kan ada waktunya, pakai kereta selanjutnya bisa,” katanya saat dihubungi Tempo, Senin, 18 Juni 2018.

    Simak: Kereta Api Penuh Sesak, Penumpang Keluhkan Layanan PT KAI

    Sebelumnya, salah satu penumpang, Yayah, meminta PT KAI menambah angkutan KA Rangkasbitung-Merak melihat padatnya penumpang arus balik. "Kami berharap PT KAI berkomitmen untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

    Penumpang lain, Herman, juga mengatakan dirinya berdiri sejak berangkat dari Stasiun Merak dan berdesakan karena padatnya penumpang arus balik. Selain itu, Herman merasa bingung karena keberangkatan KA pukul 17.30 melalui Stasiun Merak menuju Rangkasbitung adalah yang terakhir dan tidak ada kereta lagi.

    BacaTak Niat Mudik, Keluarga Ini Beruntung Dapat Kereta Sleeper

    Edi menuturkan, dalam satu hari, ada enam kereta api yang disiapkan dari dan menuju Rangkasbitung. “Jadi, kalau PP (pergi-pulang), ada 12 kereta,” ucapnya.

    Ia menjelaskan, satu kereta memiliki kapasitas 106 penumpang dan toleransi sampai 159 penumpang. “Toleransinya 50 persen dari total satu gerbong, maksimal banget sama yang berdiri itu 159 jumlahnya. Jadi enggak mungkin kalau satu gerbong diisi 800-900 orang,” tuturnya.

    BacaMudik Lebaran Mewah Naik Kereta, Coba Luxury Sleeper Train

    Dalam satu rangkaian kereta, kata dia, terdapat delapan gerbong yang dapat menampung 1.272 penumpang. “Kalau enam kali keberangkatan, jadi ada 7.632 penumpang,” katanya.

    Baca jugaGerbong Pembangkit KA Gajayana Alami Kebakaran di Stasiun Nganjuk

    Lebih lanjut, Edi menjelaskan belum ada rencana penambahan gerbong kereta api. Ia hanya meminta masyarakat memanfaatkan waktu keberangkatan kereta dengan maksimal. Ia mengatakan kereta pertama dari Merak berangkat pukul 05.00 dan terakhir pukul 17.20. Sedangkan kereta pertama dari Rangkasbitung berangkat pukul 03.50 dan terakhir pukul 20.00.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.