Pemerintah Diminta Tak Berakrobat Tentukan Dirut Bulog Baru

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stok beras di gudang Bulog Jakarta.(dok.Kementan)

    Stok beras di gudang Bulog Jakarta.(dok.Kementan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah kalangan berharap pemerintah tak berakrobat dalam menentukan pemimpin baru Perusahaan Umum Bulog. Peran perusahaan tata niaga beras ini dinilai sangat sentral sehingga memerlukan manajemen yang profesional.

    “Peran Bulog cukup penting. Selain perlu menguasai manajerial dan logistik, direksi Bulog harus paham urusan ekonomi dan pangan,” kata Direktur Eksekutif Institute of Development for Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, Selasa, 24 April 2018.

    Enny berharap pemerintah mempunyai alasan yang konkret jika jadi merombak direksi Bulog. Pencopotan dan pemilihan direktur badan usaha milik negara tak sepatutnya kental dengan nuansa politik. “Ini bisa menurunkan kepercayaan pelaku usaha,” ucapnya.

    Di tengah kabar rencana pencopotan Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti, santer beredar nama Budi Waseso sebagai calon bos baru. Budi adalah mantan Kepala Badan Narkotika Nasional yang belum lama ini pensiun dari Kepolisian RI dengan pangkat terakhir komisaris jenderal.

    Baca juga: Bulog Pastikan Impor Beras Tak Lebih Dari 500 Ribu Ton

    Budi Waseso tak merespons upaya permintaan konfirmasi Tempo tentang kabar ini. Ketika dimintai konfirmasi tentang kabar pencalonan Budi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno memastikan hingga kini Tim Penilai Akhir belum membahas calon Direktur Bulog yang baru.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menyatakan belum mengetahui ihwal pencalonan Budi Waseso. Walau begitu, dia menilai mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI itu sebagai sosok pekerja keras. “Bulog beda lagi dengan hukum. Tapi, kalau mau belajar dan bekerja keras di bidang bisnis, tentu dapat dilakukan dengan baik,” tutur Kalla, kemarin.

    Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, Said Abdullah, mengatakan siapa pun bos Bulog pasti kesulitan mengelola perusahaan ini. “Bulog tak bisa berinisiatif apa-apa, hanya bergantung pada kebijakan dan anggaran negara,” ucapnya. Dia menilai masalah kelembagaan dan kewenangan Bulog yang seharusnya perlu dibenahi.

    ADITYA BUDIMAN | AHMAD FAIZ | ANDI IBNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.