Pemerintah Gandeng Apple Bangun Industri IT Terbesar

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto duduk di platform Alat Mekanis Multiguna Pedesaan didampingi Sukiat dari PT Kiat Inovasi. Hari ini ditandatangani MoU pembentukan konsorsium PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia antara PT Kiat Inovasi dan PT Velasto Indonesia. 27 Maret 2018. TEMPO/Fery Firmansyah

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto duduk di platform Alat Mekanis Multiguna Pedesaan didampingi Sukiat dari PT Kiat Inovasi. Hari ini ditandatangani MoU pembentukan konsorsium PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia antara PT Kiat Inovasi dan PT Velasto Indonesia. 27 Maret 2018. TEMPO/Fery Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk menggenjot industri information technology (IT), pemerintah akan menggandeng perusahaan IT terbesar. "Salah satu perusahaan IT yang akan melakukan investasi inovasi di Indonesia adalah Apple Computer," katanya di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin, 16 April 2018. 

    Airlangga menjelaskan, Apple akan membangun pusat industri IT ketiganya di Indonesia. Lokasinya, kata dia, di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten. "Pusat industri ini adalah ketiga yang terbesar setelah Brasil dan Italia yang dimiliki Apple," tuturnya.

    Dengan digandengnya Apple, Airlangga berharap Indonesia dapat menjadi salah satu pusat ekonomi dunia. "Pemerintah akan mendorong ke sana."

    Didorongnya teknologi informasi dalam perekonomian Indonesia terkait dengan revolusi industri 4.0 yang sedang dipersiapkan pemerintah. Airlangga menjelaskan, revolusi tersebut akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Airlangga menuturkan, melalui peta jalan making Indonesia 4.0, Indonesia telah memiliki strategi dalam upaya meningkatkan daya saing industri manufaktur nasional di tengah memasuki era digital. “Kemudian diperlukan kegiatan untuk menciptakan inovasi dan menerapkan teknologi terkini, di mana dua hal tersebut sangat ditopang oleh pendidikan dan dana untuk melaksanakan itu,” ujarnya.

    Untuk penerapan awal Industri 4.0, Indonesia akan berfokus pada lima sektor manufaktur, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, serta industri elektronik.

    “Sektor ini dipilih setelah melalui evaluasi dampak ekonomi dan kriteria kelayakan implementasi yang mencakup ukuran PDB, perdagangan, potensi dampak terhadap industri lain, besaran investasi, dan kecepatan penetrasi pasar,” kata Airlangga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.