PT KAI Kerahkan 1.954 Personil Tambahan untuk Jaga Perlintasan Liar

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ujang N, 53 tahun, petugas penjaga palang pintu perlintasan jembatan gantung kapling 07/08 Kedaung, Angke, Cengkareng, Jakarta Barat. Sabtu, 20 Januari 2018. Di lokasi ini seorang anggota Satpol PP tewas terserempet Kereta Bandara, di hari yang sama. Tempo/Caesar Akbar.

    Ujang N, 53 tahun, petugas penjaga palang pintu perlintasan jembatan gantung kapling 07/08 Kedaung, Angke, Cengkareng, Jakarta Barat. Sabtu, 20 Januari 2018. Di lokasi ini seorang anggota Satpol PP tewas terserempet Kereta Bandara, di hari yang sama. Tempo/Caesar Akbar.

    TEMPO.CO, Jakarta- Direktur utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro mengatakan PT KAI mengerahkan sebanyak 1.954 orang tenaga ekstra untuk menjaga perlintasan kereta api yang tidak terjaga atau liar.

    "Ini tidak peduli itu ada pintu kereta atau tidak. Kalau memang tidak ada yang menjaga, di operasi lebaran ini harus dijaga," tutur Edi dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat 13 April 2018.

    Baca:Tips Memesan Tiket Kereta Api Mudik 2018 dari Dirut KAI

    Selain itu, Edi juga menyebut PT KAI telah meminta bantuan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam hal penjagaan ini. Sebanyak 1.602 personil gabungan TNI dan Polri akan dikerahkan.

    Secara keseluruhan, terdapat 5.800 titik perlintasan kereta api di seluruh Indonesia. sebanyak 4.600 diantaranya tidak terjaga atau liar. Sedangkan 1.200 pintu atau 20 persennya terjaga.

    Dalam operasi lebaran ini, kata Edi, PT KAI juga akan melarang kendaraan berat seperti truk tronton dan truk gandeng untuk melewati perlintasan kereta api yang tidak resmi. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari adanya kejadian yang tidak diinginkan seperti di Madiun beberapa waktu lalu, saat kereta api Sancaka menabrak truk trailer.

    Sementara itu, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Edi Nursalam menyebut sejak awal 2018 penutupan 313 perlintasan liar sudah dilakukan. Upaya itu terus dijalankan hingga mendekati arus mudik dan balik Lebaran, terutama pada perlintasan kecil. Hal ini untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan antara kereta api dan kendaraan lain.

    Untuk penutupan perlintasan kereta api liar, Edi menyatakan perlu kerja sama para pihak terkait. Jadi, akses masyarakat diganti dengan jalan lain di kanan atau kiri perlintasan sebidang, fly over, atau underpass. “Masyarakat yang hendak membuka jalur perlintasan harus mendapat izin lebih dulu dari Menteri Perhubungan,” tuturnya.

    Selama masa Lebaran 2018, PT KAI akan mengoperasikan sebanyak 393 kereta api, meningkat 40 persen dibanding tahun lalu. PT KAI juga akan menyediakan 40 perjalanan tambahan atau 23. 752 kursi per harinya. Tiket tambahan itu akan mulai bisa dibeli pada 16 April 2018 pukul 00.01 WIB mendatang.

    ADAM PRIREZA | NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.