PT KAI Sediakan 23.752 Kursi Tambahan untuk Mudik Lebaran 2018

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik mencari gerbong kereta tambahan KA Pasundan Lebaran tujuan Surabaya di Stasiun Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, 21 Juni 2017. Pada H-4 Lebaran, pemudik mulai memadati stasiun khusus kereta ekonomi ini. PT KAI memprediksikan jumlah pemudik kereta api sekitar 6,9 juta orang atau naik 4 persen dibanding tahun lalu yang akan dilayani oleh 379 rangkaian kereta. TEMPO/Prima Mulia

    Pemudik mencari gerbong kereta tambahan KA Pasundan Lebaran tujuan Surabaya di Stasiun Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, 21 Juni 2017. Pada H-4 Lebaran, pemudik mulai memadati stasiun khusus kereta ekonomi ini. PT KAI memprediksikan jumlah pemudik kereta api sekitar 6,9 juta orang atau naik 4 persen dibanding tahun lalu yang akan dilayani oleh 379 rangkaian kereta. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro mengatakan dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur Lebaran 2018, PT KAI menyediakan tiket untuk 40 perjalanan tambahan. Tiket tersebut dapat dibeli mulai 16 April 2018 pukul 00.01 WIB.

    "Sebanyak 23.752 bangku per hari kereta api tambahan akan serentak dijual mulai 16 April 2018 dinihari tersebut," tutur Edi saat konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 13 April 2018.

    Baca: Fasilitasi Mudik Gratis 2018, Menhub Harap Pemudik Tak Gunakan Sepeda Motor

    Edi mengatakan 40 perjalanan tambahan itu akan dibagi ke dalam 20 kereta api yang mulai beroperasi di tanggal yang bervariasi. Sebagian besar, menurut dia, mulai beroperasi pada 8-25 Juni 2018. Namun ada kereta api yang beroperasi lebih awal, pada 5-26 Juni 2018, seperti Kertajaya Lebaran, Brantas Lebaran, dan Mataram Premium.

    Berikut ini kereta api tambahan yang dimaksud.

    1. Argo Lawu Fak trayek Gambir-Solo
    2. Argo Dwipangga Fak trayek Gambir-Solo
    3. Taksaka Lebaran trayek Gambir-Yogyakarta
    4. Sawunggalih Lebaran, trayek Pasar Senen-Kutoarjo
    5. Argo Sindoro Lebaran, trayek Gambir-Semarang Tawang
    6. Argo Muria Lebaran, trayek Gambir-Sebarang Tawang
    7. Gajayana Lebaran, trayek Gambir-Malang
    8. Sembrani Lebaran, trayek Gambir-Surabaya Pasarturi
    9. Purwojaya Lebaran, trayek Gambir-Cilacap
    10. Lodaya Lebaran, trayek Bandung-Solo
    11. Sancaka Lebaran, trayek Yogyakarta-Surabaya Gudeg
    12. Tawang Jaya Premium Lebaran, trayek Pasar Senen-Semarang Poncol
    13. Pasundan Lebaran, trayek Kiaracondong-Surabaya Gubeng
    14. Kutojaya Utara Tambahan, trayek Pasarsenen-Kutoarjo
    15. Kutojaya Selatan Lebaran, trayek Kiaracondong-Kutoarjo
    16. Matarmaja Lebaran, trayek Pasarsenen-Malang
    17. Kertajaya Lebaran, trayek Pasarsenen-Surabaya Pasarturi
    18. Brantas Lebaran, trayek Pasarsenen-Semarang Poncol-Blitar
    19. Taksaka Pagi Lebaran, trayek Gambir-Yogyakarta
    20. Mataram Premium, trayek Pasarsenen-Lempuyangan

    Sampai 13 April 2018, dari total semua tempat duduk kereta api reguler jarak jauh dan menengah, yaitu 2.257.904 kursi, sebanyak 42,91 persennya telah terjual. Penumpang, kata Edi, dapat melakukan pemesanan tiket kereta api tambahan melalui aplikasi KAI Access, situs resmi KAI, gerai minimarket, jaringan Payment Point Online Bank (PPOB), serta situs dan aplikasi lain yang telah bekerja sama dengan PT KAI.

    "Jadi masih ada sekitar 50 persen lebih, masih banyak," tutur Edi.

    Selama masa Lebaran 2018, PT KAI mengoperasikan 393 kereta api. Pada tahun ini, PT KAI juga tengah memesan 10 rangkaian kereta kepada PT Industri Kereta Api (PT INKA) untuk dioperasikan sebagai kereta tambahan.

    Menurut Edi, PT KAI juga akan menggelar Operasi Lebaran pada 5-26 Juni 2018 atau H-10 hingga H+10 dengan peningkatan tambahan tempat duduk sebesar 4 persen. Pada Operasi Lebaran 2018, dia menyatakan, PT KAI akan memberikan layanan tambahan bagi pemudik. Jika tahun-tahun sebelumnya PT KAI menyediakan takjil, tahun ini justru memberikan makanan untuk berbuka puasa dan sahur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.