Waskita Kebut Proyek Jalan Tol Semarang-Batang untuk Lebaran

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang saat kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Jawa Tengah, 11 Juni 2017. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang saat kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Jawa Tengah, 11 Juni 2017. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Waskita Karya Tbk mempercepat proses pengerjaan proyek Jalan Tol Semarang-Batang agar jalan tol tersebut dapat dilalui kendaraan pada arus mudik Lebaran tahun ini.

    "Upaya percepatan kami lakukan dengan menambah jumlah pekerja pada Seksi IV (Kendal) dan Seksi V (Semarang)," kata Kepala Seksi Keuangan dan SDM PT Waskita Karya Tbk Idi Heryadi di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 12 April 2018.

    Baca juga: Jasa Marga Targetkan Tol Batang-Semarang Beroperasi Akhir 2018

    Jumlah pekerja di dua seksi pengerjaan jalan tol tersebut, yang sebelumnya hanya 600-an orang, kata Idi, ditambah menjadi 1.000-an orang.

    Penambahan juga dilakukan pada alat-alat berat, seperti crane ekskavator dan dump truck, termasuk penambahan jam kerja menjadi dua shift sampai malam hari.

    "Kami lakukan percepatan untuk mengejar target sampai Lebaran mendatang. Namun, kalau melihat kondisi di lapangan, Lebaran nanti kemungkinan baru bisa fungsional dengan satu jalur," katanya.

    Idi menyebutkan Jalan Tol Semarang-Batang Seksi IV di wilayah Kendal memiliki panjang 13 kilometer, sedangkan Seksi V di Kota Semarang memiliki panjang sekitar 10,4 km.

    "Pembangunan yang sudah dilakukan sekarang ini mencapai 74,32 persen. Seharusnya sudah mencapai 90 persen. Ada kendala beberapa lahan yang belum dibebaskan, baik di Kendal maupun Semarang," ujar Idi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara