Wings Air Jajaki Rute Penerbangan Surabaya-Karimunjawa

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Wings Air jenis ATR 72-500 pada acara Ulang Tahun Lion Air ke-12 di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (8/6). TEMPO/Dwianto Wibowo

    Pesawat Wings Air jenis ATR 72-500 pada acara Ulang Tahun Lion Air ke-12 di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (8/6). TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Lion Air Group melalui salah satu anak usahanya, Wings Air, menjajaki kemungkinan untuk membuka rute penerbangan langsung dari dan ke Pulau Karimunjawa.

    Direktur Komersial Wings Air Rudy Lumingkewas mengungkapkan pihaknya sudah mengirimkan tim guna menganalisis peluang untuk membuka rute penerbangan ke salah satu destinasi wisata di wilayah Jawa Tengah tersebut. Kendati demikian, tidak disebutkan tenggat waktu dari analisis tersebut.

    Baca juga: Wings Air Layani Rute Semarang-Lombok, Ini Harga Tiketnya

    "(Pulau Karimunjawa) itu memiliki potensi wisata yang bagus. Sudah ada bandaranya juga, kami akan kaji dulu," kata Rudy, Kamis, 12 April 2018.

    Dia menambahkan, rute penerbangan langsung yang akan dibuka dari Karimunjawa adalah Surabaya. Kota Pahlawan dipilih karena Lion Air Group telah memiliki konektivitas menuju kota lain.

    Menurut Rudy, pembukaan penerbangan ke Karimunjawa menjadikan waktu tempuh wisatawan menjadi lebih singkat dibandingkan dengan transportasi darat atau laut. Waktu penerbangan dari Surabaya diprediksi hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 jam.

    Karimunjawa memiliki akses udara melalui Bandara Dewadaru dengan dimensi landasan pacu (runway) panjang 1.300 meter dan lebar 30 meter. Bandara tersebut bisa didarati oleh pesawat jenis ATR 72 yang berkapasitas lebih dari 70 penumpang.

    Wings Air telah beroperasi di 107 bandara komersial dengan melayani 353 frekuensi penerbangan setiap hari. Operasional Wings Air diperkuat dengan 54 unit pesawat tipe ATR 72-500 dan ATR 72-600.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.