Kemenko Perekonomian Bahas Beras, Keputusan Masih Kamis Nanti

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi beras

    ilustrasi beras

    TEMPO.CO, Jakarta- Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Cahya Widyawati mengatakan keputusan soal upaya penurunan harga Beras masih akan dibahas lagi pada hari Kamis, 12 April 2018. Kedatangannya ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, guna membahas harga beras menjelang bulan ramadhan.

    “Belum ada keputusan apa-apa,” ucap dia di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa, 10 April 2018.

    Cahya mengatakan dalam rapat koordinantor tadi, dibahas soal upaya menurunkan harga beras. Menurutnya ada beberapa mekanisme yang sedang dibahas untuk menurunkan harga beras. Cahya menuturkan impor bukan salah satu solusinya. “Kami enggak bicara impor tadi,” ucap dia.

    Baca: Mulai 13 April, Pedagang Wajib Jual Beras dengan HET

    Menurut Cahya pasokan besar nasional saat ini dalam keadaan aman, di mana tidak ada kekurangan di lumbung-lumbung beras. “Ada banyak, kan lagi panen raya,” kata dia.

    Sebelumnya, Kementerian Perdagangan meminta seluruh pedagang beras di pasar tradisional wajib menjual beras medium dan ritel modern wajib menjual beras premium sesuai harga eceran tertinggi per 13 April 2018.

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah telah siap mengisi stok beras medium di pasar tradisional jika terjadi kekurangan beras. Mendag meminta pasar memberitahukan kepada pemerintah jika kehabisan stok beras.

    Menurutnya pada H-15 sebelum Lebaran, Kementerian Perdagangan juga akan menugaskan 200 pegawai turun langsung ke daerah yang berpotensi rawan guna memantau secara periodik agar dapat membuat langkah yang tepat dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, termasuk beras di setiap daerah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.