Bank Mandiri: Jepang Minta Kartu MRT Gunakan Sony Felica

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengecekan dan Uji Coba Kereta MRT Jakarta di Jepang, 19 Februari 2018. jakartamrt.co.id

    Pengecekan dan Uji Coba Kereta MRT Jakarta di Jepang, 19 Februari 2018. jakartamrt.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta -Bank Mandiri berencana menerbitkan uang elektronik atau e-Money yang dapat digunakan untuk seluruh lini transportasi publik di Jakarta. “Kami lagi diskusi mengenai penggunaan e-Money di public transportation Jakarta, seperti Commuter Line, Light Rail Transit, MRT dan lainnya,” kata Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wiroatmodjo, ketika berkunjung ke Kantor Tempo, Palmerah Barat, Jakarta Selatan pada Rabu, 4 April 2018.

    Meski begitu, Kartika mengatakan, rencana tersebut masih terkendala masalah teknologi kartu. Kontrak dengan Jepang mewajibkan penerbitan e-Money menggunakan teknologi Sony Felica Card. Padahal, selama ini kebanyakan perbankan di Indonesia menggunakan teknologi Java Chip untuk e-Money yang diterbitkannya.

    “Jadi yang akan beredar Sony Felica Card, kalau top-up harus ke sana. Istilahnya dimonopoli di situ,” kata Kartika menambahkan.

    Baca: Pemandu MRT Jakarta Dilatih di Kuala Lumpur

    Sony Felica Card adalah kartu pintar sebagai alat transaksi non tunai yang telah lama digunakan oleh warga Jepang. Dengan teknologi Integrated Circuit, kartu Sony Felica Card bisa digunakan sebagai alat pembayaran transportasi, sebagai uang elektronik, tiket elektronik, kartu absen di kantor, kartu keanggotaan, bahkan sebagai kunci pintu elektrik.

    Meski begitu, Kartika mengatakan persyaratan itu belum tentu harus dipenuhi oleh perbankan untuk mewujudkan e-Money transportasi public tersebut. Sebab, Bank Indonesia tidak mewajibkan penggunaan Sony Felica Card untuk e-Money. “BI sepertinya masih bertahan dengan teknologi yang sudah jalan, tinggal compatibilitynya saja,” kata Kartika.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.