Kecelakaan Kereta di Ngawi, PT KAI Alihkan Relasi ke Jalur Utara

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan kereta api. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi kecelakaan kereta api. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengalihkan beberapa kereta api, yang melintasi jalur selatan ke utara sebagai imbas kecelakaan kereta antara KA Sancaka dan sebuah truk besar di wilayah Mantingan, Ngawi, Jawa Timur, Jumat malam 6 April 2018.

    Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat petang mengatakan pengalihan itu membuat kereta api terpaksa memutar lewat jalur utara dan berangkat dari Stasiun Surabaya Pasarturi.

    Baca : Jalur Kereta Terputus, KAI Evakuasi Penumpang dengan Angkot

    Gatut menyebutkan pengalihan terjadi pada KA 41 Gajayana, yang telah sampai di Walikukun akan kembali ke Surabaya Gubeng sebagai KA 7024.

    Kemudian, KA 7063 Jayakarta yang sampai di Kedunggalar kembali ke Stasiun Gubeng sebagai KA 7036 dan KA 43 Bima yang sampai di Madiun kembali ke Surabaya Gubeng sebagai KA 4s.

    Berikutnya, KA 49 Turangga, KA 85 Sancaka, KA 91 Malabar, KA 171 Matarmaja, KA 141 Majapahit yang kesemuanya kembali ke Stasiun Surabaya Gubeng, lalu melanjutkan berangkat dari Stasiun Pasarturi menuju jalur utara.

    Gatut mengaku, bagi penumpang yang tidak berkenan dengan pengalihan tersebut, tiket bisa dikembalikan ke stasiun, dan PT KAI siap mengembalikan 100 persen.

    Sebelumnya diberitakan KA Sancaka relasi Yogyakarta-Surabaya mengalami kecelakaan dengan truk di perlintasan tak terjaga di wilayah Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat malam.

    "Kejadiannya pukul 18.25 WIB di perlintasan tak terjaga di km 215+8. Akibat kecelakaan tersebut jalur kereta api tidak dapat dilalui," ujar Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Supriyanto.

    Menurut Supriyanto, akibat jalur yang lumpuh imbas kecelakaan kereta di Ngawi, KA-KA dari arah Madiun menuju Jakarta/Bandung diputar kembali ke arah Surabaya dan selanjutnya melalui jalur utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.