Jalur Kereta Terputus, KAI Evakuasi Penumpang dengan Angkot

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung untuk pusat pengendali operasi MRT dan rel kereta api yang masih dalam tahap pekerjaan di Depo Lebak Bulus, Jakarta, 31 Oktober 2017. Tempo / Friski Riana

    Gedung untuk pusat pengendali operasi MRT dan rel kereta api yang masih dalam tahap pekerjaan di Depo Lebak Bulus, Jakarta, 31 Oktober 2017. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Senior Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi I Edy Kuswoyo mengatakan jalur kereta api Bogor-Sukabumi dan sebaliknya mengalami longsor pada Senin, 5 Februari 2018. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.25.

    Menurut Edy, akibat kejadian itu, PT KAI memindahkan penumpang yang sudah telanjur naik ke stasiun lain, yakni Stasiun Cicurug. "Kami telah mengoper sebanyak 460 orang penumpang ke Stasiun Cicurug dengan menggunakan angkot. Ada sekitar 41 angkot yang digunakan,” katanya ketika dihubungi Tempo, Senin.

    Edy menuturkan longsor tersebut menyebabkan rel kereta api menggantung lantaran tanah yang menopang rel gugur ke bawah. Peristiwa itu, kata dia, terjadi di jalur kereta api antara Stasiun Cigombong dan Cicurug.

    Longsor terjadi di kilometer 20 plus 7/8, yang biasanya dilewati kereta api tujuan Sukabumi-Bogor. Selain itu, longsor terjadi pula di jalur antara Stasiun Bogor dan Maseng. Peristiwa itu terjadi pukul 12.45 di kilometer 13 plus 800.

    Longsor ini, kata Edy, disebabkan gugus tanah yang menopang hilang diterjang longsor sehingga rel menggantung. “Akibat kejadian ini, jalur Sukabumi-Bogor otomatis dibatalkan. Saat ini, PT KAI masih terus melakukan perbaikan dan kami masih menunggu kabar lebih lanjut,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.