Industri Kerajinan Perak Indonesia Unggul di Pasar Internasional

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah perajin perak menyelesaikan pesanan di Kampung Trunojayan, Kotagede, Yogyakarta, 21 November 2017. Kerajinan perak Kotagede punya motif khas dari tanaman teratai dan teknik membuatnya dengan filigri (membentuk dengan kawat perak yang tipis) yang hanya bisa dikerjakan oleh perajin yang teliti. ANTARA FOTO/Maulana Surya

    Sejumlah perajin perak menyelesaikan pesanan di Kampung Trunojayan, Kotagede, Yogyakarta, 21 November 2017. Kerajinan perak Kotagede punya motif khas dari tanaman teratai dan teknik membuatnya dengan filigri (membentuk dengan kawat perak yang tipis) yang hanya bisa dikerjakan oleh perajin yang teliti. ANTARA FOTO/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian menilai industri kerajinan perak di Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, hal itu dikarenakan Indonesia memiliki keunggulan seperti desain dan kualitas produk.

    "Ini salah satu bukti bahwa industri ini masih punya nilai tambah tinggi. Mulai dari bahan baku sampai barang jadi, nilai tambahnya mencapai di atas 50 persen," kata Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 31 Maret 2018. Namun, sektor ini masih mengandalkan buatan tangan para perajin dalam proses produksi.

    Kemenperin pun mendorong sektor yang mayoritas skala industri kecil dan menengah ini ke arah klester. Airlangga menilai, nantinya para pelaku usaha akan lebih mudah mendapatkan bahan baku dan memasarkan produknya.

    "Bahkan, kompetensi para perajinnya akan semakin meningkat karena mereka berkumpul. Ini bisa terus menjaga keberlangsungan produktivitasnya. Konsepnya adalah one village one product, jadi perak menjadi kekuatan Kotagede,” ucap dia.

    Ia menjelaskan industri kerajinan sebagai salah satu sektor yang tengah diprioritaskan pengembangannya. Industri ini dianggap mampu menghasilkan nilai tambah tinggi, berdaya saing global, berorientasi ekspor, menyerap banyak tenaga kerja, serta didukung dengan ketersediaan sumber bahan baku yang cukup.

    Berdasarkan catatan Kemenperin, industri kerajinan di dalam negeri lebih dari 696 ribu unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,32 juta orang. Sementara itu, sampai dengan November tahun 2017, nilai ekspor produk kerajinan tahun 2017 berada di angka USD776 juta, naik 3,8 persen dibanding tahun 2016 sekitar USD747 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.