Ikan Makarel Kalengan Mengandung Cacing, Ini Penjelasan KKP

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru menggelar inspeksi mendadak di sejumlah pasar di Pekanbaru. Petugas menemukan setidaknya 15 kaleng ikan makarel kalengan. RIYAN NOFITRA

    Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru menggelar inspeksi mendadak di sejumlah pasar di Pekanbaru. Petugas menemukan setidaknya 15 kaleng ikan makarel kalengan. RIYAN NOFITRA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) angkat bicara soal temuan ikan makarel kalengan mengandung cacing Anisakis Sp yang sudah mati. KKP merupakan kementerian teknis yang bertanggung jawab terhadap pengiriman bahan baku impor atau ekspor ikan.

    Seperti diketahui, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) merilis 27 merek ikan makarel kalengan mengandung cacing pada Rabu, 28 Februari 2018. Dan 11 di antaranya, merupakan produk lokal yang bahan bakunya berasal dari luar negeri, dalam hal ini termasuk dari Cina.

    Menurut Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, Rina semua bahan baku ikan impor, telah diperiksa di border sebelum masuk ke pasar. Semua  bahan baku yang masuk diuji sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan beberapa parameter uji. "Entry maupun exit, semua diuji sesuai prosedur," ujar Rina kepada Tempo di kantornya, Gedung Mina Bahari II, Jakarta Pusat, Kamis, 29 Maret 2018

    Baca: 16 Makarel Kalengan Impor Bercacing Berasal dari Cina

    Lalu, bagaimana bisa bahan baku dari 11 merek tersebut lolos uji?

    Rina menjelaskan, sebelumnya memang tidak ada amanah dari SNI untuk menguji parasit dalam ikan beku. Berdasarkan persyaratan pengujian mutu perikanan SNI. 4110:2014, uji parasit tidak masuk dalam parameter uji ikan beku. Dan memang, lanjut Rina, Anisakis Sp yang sudah mati itu tidak mengandung racun atau masuk dalam kategori bahaya keamanan pangan (food safety).

    "Di SNI kan pertimbangannya food safety. Kita kan bekerja sesuai SNI," ujar Rina.

    Namun, lanjutnya, karena ada surat perhatian dari Kementerian Luar Negeri, beberapa bulan sebelum marak ikan makarel mengandung cacing beredar, KKP mengaku telah mengusulkan uji parasit untuk semua ikan beku.

    Dan pada awal 2018, nyatanya memang ditemukan ada cacing Anisakis Sp yang sudah mati, terdapat dalam ikan makarel kalengan milik produsen Cina. Terkait hal itu, KKP sudah memberi notifikasi kepada otoritas Cina meski belum mendapat jawaban. Sementara, produk-produk tersebut sudah ditarik dari peredaran.

    Setelah itu, produk ikan makarel kalengan mengandung cacing lainnya marak ditemukan hingga berjumlah 27 merek. Untuk ke depannya, jelas Rina, pihaknya akan mengusulkan revisi SNI dengan memasukkan parameter uji parasit untuk ikan beku. "Walaupun Anisakis Sp yang sudah mati itu tidak berbahaya, tapi memang secara estetika tidak bagus,"  ujarnya.

    Kepala Pusat Pengendalian Mutu BKIPM, Widodo Sumiyanto, menambahkan, sebelum revisi SNI berjalan pihaknya akan melakukan uji parasit untuk setiap bahan baku ikan beku, seperti ikan makarel. "Kita memang bekerja sesuai SNI. Untuk unsur kehati-hatian, kita enggak akan nunggu SNI turun," ujarnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?