Heboh Nasabah di Tulungagung Setor Uang Palsu, Begini Respons BCA

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp. 100.000 senilai 200 juta rupiah yang diamankan dari seorang tersangka. TEMPO/Marifka Wahyu

    Barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp. 100.000 senilai 200 juta rupiah yang diamankan dari seorang tersangka. TEMPO/Marifka Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Perusahaan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jan Hendra enggan bicara banyak soal permasalahan yang menimpa salah satu nasabah BCA cabang Tulungagung, Mujiono. Belakangan Mujiono menjadi buah bibir karena membuat heboh saat hendak bertransaksi dengan uang palsu di loket teller bank swasta tersebut pada Senin lalu, 19 Maret 2018.

    Uang tunai dibawa Mujiono dalam wadah kardus dan diserahkan kepada pihak bank untuk menyelesaikan tanggungan kredit senilai Rp 4,5 miliar. Uang itu kemudian diketahui sebagai uang palsu.

    Baca: Bayar Utang ke BCA dengan Uang Palsu, Bagaimana Tanggapan BI?

    Terkait dengan hal itu, Jan Hendra meminta Tempo menanyakan lebih jauh kepada Mujiono. “Silakan ditanyakan ke Pak Mujiono, untuk seluruh klarifikasinya,” kata dia saat dikonfirmasi, Jumat, 23 Maret 2018.

    Jan menyatakan pihak BCA turut prihatin atas kejadian yang menimpa Mujiono tersebut. Ketika ditanyakan soal pernyataan Mujiono yang mengaku setoran Rp 4,5 miliar itu ditujukan untuk membayar kredit yang telah jatuh tempo sejak 2015 itu, Jan juga enggan berkomentar. “Saya bukan bilang beliau ada utang BCA, lho. Silakan ditanyakan ke Pak Mujiono,” tutur dia.

    Sebelumnya, diberitakan bahwa pada Senin lalu, Mujiono hendak menyetorkan uang Rp 4,5 miliar ke petugas teller BCA cabang Tulungagung. Uang yang ditempatkan di dalam wadah kardus itu diserahkan di loket teller setelah Mujiono mendapatkannya dari rekannya Ali Makmur terkait dengan transaksi jual-beli rumah.  

    Namun saat hendak dihitung, petugas teller langsung curiga dengan penampakan lembaran uang pecahan Rp 100 ribu yang diserahkan Mujiono. Sebab uang tersebut dicurigai palsu. 

    Dari hasil penyelidikan sementara oleh kepolisian diketahui bahwa uang-uang itu adalah palsu dan tertera tulisan uang mainan. Bahkan beberapa di antaranya adalah uang mainan berbentuk dolar Amerika Serikat. “Kami hitung untuk mengetahui secara pasti jumlah uang mainan itu,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Tulungagung Ajun Komisaris Mustijat Priyambodo.

    Polisi juga telah bergerak mencari Ali Makmur yang memberikan uang palsu tersebut kepada Mujiono. Polisi tidak menahan Mujiono yang diduga sebagai korban dalam kasus ini. 

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.