Harga Tanah untuk Perumahan di Jakarta Timur Bakal Terus Naik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maket pemukiman pada pameran Real Estate Ekspo di JCC, Jakarta, Senin (26/10). Penjualan pemukiman ramah lingkungan mengalami kenaikan dan diprediksi akan lebih tinggi antara 20-30 persen. TEMPO/Adri Irianto

    Maket pemukiman pada pameran Real Estate Ekspo di JCC, Jakarta, Senin (26/10). Penjualan pemukiman ramah lingkungan mengalami kenaikan dan diprediksi akan lebih tinggi antara 20-30 persen. TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Property Watch memprediksi harga tanah untuk perumahan di wilayah Jakarta Timur terus naik. Hal ini didasarkan pada survei harga tanah yang dilakukan per kuartal keempat tahun 2017. 

    CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda memperkirakan pergerakan harga di Jakarta Barat menunjukkan pertumbuhan tertinggi secara triwulan sebesar 2,33 persen, diikuti Jakarta Timur 1,98 persen. Setelah itu pergerakan harga Jakarta Selatan naik 1,95 persen, Jakarta Utara 1,85 persen, dan Jakarta Pusat 1,67 persen.

    Namun demikian, dalam 3 tahun terakhir tercatat pertumbuhan tertinggi masih berada di Jakarta Timur sebesar 5,19 persen per tahun rata-rata. Sementara Jakarta Barat menempati urutan kedua sebesar 4,77 persen, Jakarta Pusat 4,54 persen, Jakarta Selatan 4,5 persen, dan Jakarta Utara terendah 3,79 persen.

    Baca: REI Kaji Pembangunan Perumahan Vertikal Komersial di Bali

    “Pergerakan harga di Jakarta Timur relatif masih didominasi pertumbuhan yang terjadi di wilayah Cakung dan Pulogadung serta di sekitaran Cawang,” kata Ali melalui siaran pers, Rabu, 21 Maret 2018.

    Ali menjelaskan, pada awalnya pertumbuhan harga tanah di Jakarta Barat relatif mengalami kenaikan di sekitar Kembangan dan Kalideres. Seperti yang diketahui pada daerah tersebut memang sedang menjamur proyek properti. Sebut saja misalnya investor asal Korea Selatan, GS E&C Group yang menggandeng pengembang lokal Vasanta Indoproperti dalam menggarap pasar hunian vertikal di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.

    Selain itu juga telah lebih dulu ada Keppel Land asal Singapura dan China Communication Construction Group (CCCG) asal Cina merambah kawasan Jakarta Barat. Keppel Land siap membangun menggarap proyek apartemen baru di area Daan Mogot untuk menambah portofolio perseroan menjadi 7.000 unit. Perusahaan juga telah menggarap di Cengkareng yakni West Vista sedangkan CCCG menggarap Daan Mogot City.

    Sementara itu di daerah Jakarta Timur, baru-baru ini hadir proyek apartemen JKT Living Star, PT Sindeli Propertindo Abadi yang menginvestasikan dana sebesar US$150 juta untuk membangun daerah Pasar Rebo. Proyek apartemen ini nantinya akan terdiri dari enam tower hunian yang merangkum 3.648 unit dan satu pusat perbelanjaan.

    Masih ada juga di Jakarta Timur, PT Bakrie Pangripta Loka (BPL) unit usaha dari PT. Bakrieland Development, Tbk (ELTY) melakukan serah unitnya kepada salah satu pemilik unit ruko tiga lantai Sentra Timur Commercial Park 8.

    Adapun harga tanah di Jakarta Pusat khususnya wilayah Gambir dan Kemayoran mengalami pertumbuhan di atas rata-rata. Ada pula daerah Menteng sempat yang mengalami kenaikan meskipun diprediksi masih bersifat harga semu dan bukan harga transaksional.

    Pergerakan harga juga masih terjadi di Jakarta Selatan dampak pembangunan infrastruktur seperti mass rapid transit (MRT) yang melintas disana. Wilayah Jakarta Utara yang menempati pertumbuhan harga tanah terendah disebabkan koreksi harga yang terjadi dalam 3 tahun terakhir, meskipun pada triwulan akhir 2017 mulai mencapai keseimbangan pasar baru.

    Pertumbuhan tinggi yang terjadi di wilayah Jakarta Timur masih berpotensi untuk naik lagi menyusul harga pasaran tanah untuk perumahan di wilayah ini yang masih terendah dibandingkan wilayah lainnya di Jakarta yaitu sebesar Rp 8,2 juta per meter persegi. Sementara itu, harga rata-rata tertinggi berada di Jakarta Pusat sebesar Rp 19,5 juta per meter persegi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.