Lebaran 2018, PT KAI Tambah 23.752 Kursi Kereta Api

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ada Fasilitas Penyandang Difabel di Kereta Lebaran yang Diproduksi PT INKA

    Ada Fasilitas Penyandang Difabel di Kereta Lebaran yang Diproduksi PT INKA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah 23.752 kursi kereta api untuk masa angkutan Lebaran 2018. Adapun kursi kereta api reguler yang tersedia 212.458 kursi.

    "Total kursi untuk Lebaran 236.210 per hari atau naik 3,5 persen dari 2017," kata Direktur Operasi PT KAI Slamet Suseno Priyanto saat konferensi pers di Jakarta Railway Center Building, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 12 Maret 2018.

    Baca: Hari Pertama Penjualan Tiket Kereta Api Lebaran 2018 Masih Sepi

    Total kursi itu ditampung dalam 353 kereta api reguler dan 40 kereta api tambahan. Menurut Slamet, ada tambahan total kereta api untuk Lebaran 4 persen pada tahun ini.

    Pada 2017, PT KAI hanya menyiapkan 379 kereta api. Angka itu naik menjadi 393 atau 4 persen pada 2018.

    Slamet memaparkan, ada 20 kereta api yang mendapat tambahan kursi. Rinciannya, 1.000 kursi untuk Argo Lawu Fak, Argo Dwipangga Fak, Taksaka Leb, dan Taksaka Pagi Leb.

    Ada juga 1.792 kursi untuk kereta api Matarmaja Leb, Kertajaya Leb, dan Brantas Leb. Selain itu, 900 kursi untuk kereta api Gajayana Leb dan Sembrani Leb.

    Sisanya 864 kursi untuk Sawunggalih Leb, 800 kursi untuk Argo Sindoro Leb, 700 kursi untuk Argo Muria Leb, 984 kursi untuk Purwojaya Leb, 912 kursi untuk Lodaya Leb, 1.420 kursi untuk Sancaka Leb, dan 1.120 kursi untuk Tawang Jaya Premium Leb.

    Tak hanya itu, 1.368 kursi untuk Pasundan Leb, 1.600 kursi untuk Kutojaya Utara Tamb, 1.368 kursi untuk Kutojaya Selatan Leb, dan 1.440 kursi untuk Mataram Premium.

    Kereta api tambahan itu akan membawa penumpang ke kota-kota besar, seperti Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Malang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.