Senin, 17 Desember 2018

Jokowi Ancam Pecat Sofyan Djalil: Kalau Nggak Bisa, Saya Copot

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dilatih oleh  Abed, seorang pelatih tinju dari Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina). Sebelum latihan dimulai tangan Jokowi terlebih dahulu dibebat kain (boxing hand wrap) sebelum kemudian menggunakan sarung tinju warna merah. youtube.com

    Presiden Jokowi dilatih oleh Abed, seorang pelatih tinju dari Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina). Sebelum latihan dimulai tangan Jokowi terlebih dahulu dibebat kain (boxing hand wrap) sebelum kemudian menggunakan sarung tinju warna merah. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengancam akan mencopot Sofyan Djalil dari jabatannya sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN berkali-kali jika tak mampu memenuhi target sertifikasi tanah bagi rakyat. Jokowi kembali menyampaikan ancaman tersebut kepada Sofyan Djalil dalam acara penyerahan tanah untuk rakyat di halaman Sirkuit Sentul, Babakan Madang, Selasa, 6 Maret 2018.

    "Saya sudah perintahkan kepada Pak Menteri, tahun ini 7 juta (sertifikat) kalau enggak bisa ganti, saya copot," kata Jokowi, yang disambut tepuk tangan meriah dari ribuan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

    Baca juga: Ini Alasan Jokowi Mengancam Mencopot Menteri Sofyan Djalil

    Ancaman pencopotan itu sebenarnya sudah dilakukan berkali-kali bahkan setiap kali ketika acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat dilakukan di berbagai daerah. Menteri Sofyan Djalil sendiri hanya tersenyum-senyum ketika mendengar pidato Presiden tersebut.

    "Menterinya juga nyuruh ke Kanwil BPN-nya kalau enggak sampai target copot juga. Kerja kalau enggak seperti itu ya enggak rampung-rampung," katanya.

    Baca: Sirkuit Sentul Direstui Jokowi Masuk MotoGP, Ini Rencana Manajernya

    Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan betapa persoalan sengketa lahan menjadi momok di negeri ini. Jokowi saat kunjungan kerja ke berbagai daerah selama ini mengaku selalu mendapatkan keluhan terkait dengan sengketa lahan.

    Menurut dia, sengketa lahan terjadi karena belum dimilikinya sertifikat oleh seseorang. "Kabupaten Bogor juga sama banyak sengketa karena rakyat belum pegang tanda bukti hak atas tanah. Kalau sudah pegang mau apa. Sudah enggak bisa apa-apa," katanya.

    Jokowi pada kesempatan itu berpesan kepada masyarakat yang sudah menerima sertifikat untuk menjaga sertifikat dengan baik serta memperhitungkan dengan cermat jika akan mengagunkan sertifikat ke bank.

    Simak: Megaproyek Infrastruktur di Era Jokowi dan SBY

    Jokowi sekaligus menyempatkan untuk berdialog singkat dengan tiga perwakilan masyarakat dan memberikan kuis sederhana kemudian menghadiahkan sepeda kepada mereka.

    Dalam kesempatan yang sama, diserahkan 15 ribu sertifikat kepada masyarakat di wilayah Bogor meliputi empat kecamatan. Tahun lalu, 5 juta sertifikat diserahkan kepada masyarakat, tahun ini ditargetkan jumlah itu naik menjadi 7 juta sertifikat, kemudian menjadi 9 juta sertifikat dapat diserahkan kepada masyarakat pada 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".