Menteri Perdagangan Jamin Stok Beras Aman Hingga Lebaran

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek efektivitas kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 4 Desember 2017. Sidak tersebut guna memastikan stok beras di akhir tahun. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek efektivitas kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 4 Desember 2017. Sidak tersebut guna memastikan stok beras di akhir tahun. Tempo/Tony Hartawan

     

    TEMPO.CO, BOYOLALI - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjamin stok beras nasional dalam posisi aman hingga menjelang lebaran pada pertengahan Juni ini. "Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus agar rakyat tidak terbebani harga beras yang mahal," kata Enggartiasto di sela kunjungannya ke wilayah Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, pada Selasa, 6 Maret 2018.

    Enggartiasto mengatakan ketersediaan beras nasional termasuk beras yang akan diimpor, saat ini sudah mencukupi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia. Menurut dia, tidak lama lagi para petani juga akan memasuki panen raya. Dia berharap momentum panen raya dapat menekan harga beras di pasaran.
     
    "Kalau sudah panen raya pasti harga beras akan kembali normal lagi," kata Enggartiasto. Guna menjaga kestabilan harga beras di daerah, Enggartiasto berujar, pihaknya akan memberikan pasokan yang mencukupi ke tiap pasar yang ada.
     
    Maka itu, Enggartiasto meminta kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) menjamin pasokan beras berkualitas medium tersedia di semua pedagang beras. "Dengan pasokan yang cukup, diharapkan harga beras tidak akan membebani masyarakat, terutama saat Ramadhan," ujar Enggartiasto.
     
    Selain soal stok beras nasional, Enggartiasto juga menjelaskan bahwa harga sejumlah kebutuhan pokok masih normal. "Meski ada beberapa kenaikan, tetapi tidak begitu signifikan," kata dia.
     
    Seorang pedagang di Pasar Mangu, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Marsini, mengatakan harga kebutuhan pokok yang melambung cukup tinggi terjadi pada bawang merah. "Sekarang bawang merah harganya mencapai Rp 22.000 per kilogram. Sebelumnya hanya berkisar Rp 15.000 - Rp 16.000," kata perempuan 60 tahun itu.
     
    Di Boyolali, Enggartiasto meresmikan Pilot Project Jaringan Kemitraan Hypermart dengan warung tradisional. Sebelum ke Boyolali, Enggartiasto juga meninjau Pasar Legi Kota Surakarta dan mengunjungi ibu Presiden Jokowi, Notomiharjo, di kediamannya di Kecamatan Banjarsari, Surakarta.
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.