Akhir Maret, Kartu Debit BNI Dapat Digunakan Transaksi E-Commerce

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model memperlihatkan kartu debit dan kredit Bank Negara Indonesia (BNI) - Chelsea saat peluncurannya di Jakarta, (12/8). TEMPO/Eko siswono Toyudho

    Model memperlihatkan kartu debit dan kredit Bank Negara Indonesia (BNI) - Chelsea saat peluncurannya di Jakarta, (12/8). TEMPO/Eko siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI kini tengah melakukan pengembangan yang memungkinkan nasabah tabungan dapat menggunakan kartu debit BNI untuk bertransaksi di berbagai platform e-commerce.

    Menurut General Manager Produk Konsumer BNI Corina Leyla Karnelies, tingginya potensi transaksi lewat e-commerce membuat perseroan menyasar segmen tersebut demi memacu volume transaksi kartu debit.

    “Untuk sementara ini, BNI belum bisa masuk transaksi online. Kami mau masuk ke situ, mudah-mudahan akhir bulan ini bisa masuk untuk transaksi di online karena potensi e-commerce sudah 40-50 persen dari konvensional,” ujar Corina di sela-sela acara musik Java Jazz Festival 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 Maret 2018.

    Baca juga: BNI Rilis E-Money Bergambar Personil Elek Yo Band

    Menurut perkiraan Corina, mulai akhir Maret 2018, kartu debit BNI akan mulai dapat digunakan untuk keperluan transaksi nasabah di beberapa e-commerce besar, seperti Traveloka, JDID, dan Tokopedia.

    Pengembangan itu adalah salah satu strategi yang dilakukan BNI untuk mengerek volume transaksi kartu debit yang saat ini dinilai masih sangat rendah, yakni di kisaran Rp 1,6 triliun. Jumlah itu jauh di bawah volume transaksi kartu kredit yang ada di kisaran Rp 3 triliun.

    BNI menargetkan tahun ini volume transaksi kartu debit dapat tumbuh setidaknya dua kali lipat dan menyamai volume transaksi kartu kredit.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.