Direktur IMF Sebut Ini Berita Baik untuk Negara ASEAN

Presiden Joko Widodo bersama Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde melakukan blusukan meninjau pelayanan Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, 26 Februari 2018. (AP Photo/Dita Alangkara)

TEMPO.CO, Jakarta - Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde menganggap kerja sama antara negara ASEAN dalam bidang ekonomi selama ini patut diapresiasi. Menurut Lagarde, semangat kerja sama tersebut harus disebarkan ke negara lain ditengah maraknya kebijakan proteksionisme akhir-akhir ini.

"Kita memiliki kesempatan pada model pertumbuhan yang baru, yaitu The ASEAN Way," kata dia dalam Konferensi High Level Meeting di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa, 27 Februari 2018. Konferensi ini dihadiri juga oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.

Simak: IMF Memuji Ekonomi RI yang Tahan Banting 

Ia mencontohkan sejumlah kerja sama ekonomi antar negara ASEAN seperti kesepakatan target inflasi antara Indonesia Filipina, aturan fiskal antara Indonesia Malaysia Vietnam, hingga soal nilai tukar masing-masing mata uang. "Ini berita baik dari negara-negara ASEAN," kata Lagarde.

Ancaman proteksionisme ekonomi sendiri telah menjadi kekhawatiran sejumlah negara. Sebab, salah satu negara yang mendorongnya adalah Amerika Serikat yang sebelumnya dikenal sangat pro pasar. Di bawah Presiden Donald Trump, kebijakan ekonomi Amerika cenderung inward looking dan berorientasi ke dalam negeri.

Negara Asia menyampaikan sikap berseberangan. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-12 Asia Timur, Selasa, 14 November 2017, di Manila, Filipina, Presiden Indonesia Joko Widodo mengajak negara-negara kawasan Asia Timur untuk menjaga keterbukaan ekonomi dan inklusifitas. Dia mengatakan proteksionisme ekonomi sebagai salah satu hal yang bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi dunia.

"Penerapan semangat (keterbukaan) ini akan mempersempit jurang pembangunan antar-negara," kata Jokowi.

Lalu Perdana Menteri India, Narendra Modi. Ia ikut membela globalisasi dan menyerang proteksionisme pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. "Bukannya globalisasi, kekuatan proteksionisme malah muncul," kata Modi, yang berbicara dalam Bahasa Hindi, seperti dilansir Reuters, Selasa, 23 Januari 2018.

Proteksionisme, lanjut Lagarde, juga tidak sesuai dengan apa yang diyakini oleh IMF yang beranggotakan 166 negara. IMF, kata dia, percaya bahwa negara-negara di dunia bisa bekerja sama menghasilkan solusi atas persoalan secara kolektif. "Sementara di sini, di regional ASEAN, anda semua tahu bagaimana cara bekerja sama," kata dia.

Lagarde meyakini, gelaran IMF Annual Meeting pada Oktober 2018 mendatang, akan menjadi kesempatan bagus untuk memahami kerja sama ASEAN Way. Di depan peserta konferensi kali ini, Ia lantas memberi penegasan dengan lantang, "we need to cooperate, not isolate (kita butuh bekerja sama, bukan mengisolasi)."

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyampaikan bagaimana ekonomi negara-negara ASEAN saat ini secara kolektif menjadi terbesar keenam di dunia dan ketiga di Asia. Sumbangan pada perdagangan dunia juga terbesar keempat setelah China, Jerman, dan Amerika Serikat. "Adanya payung bersama yaitu ASEAN Economic Community membuat hal tersebut bisa dicapai," ujarnya.






Yohannes Abraham Ditunjuk Jadi Duta Besar Amerika untuk ASEAN

42 menit lalu

Yohannes Abraham Ditunjuk Jadi Duta Besar Amerika untuk ASEAN

Duta Besar Amerika Serikat yang baru untuk ASEAN menyerahkan surat kepercayaannya kepada Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi


Filipina Akan Impor Minyak dan Pupuk Rusia, Usul Junta Myanmar Diundang ke KTT ASEAN

1 hari lalu

Filipina Akan Impor Minyak dan Pupuk Rusia, Usul Junta Myanmar Diundang ke KTT ASEAN

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengatakan negaranya mungkin perlu beralih ke Rusia untuk memenuhi kebutuhan BBM dan pupuk


Pertemuan Menteri Pertanian G20, FAO: Harga Makanan dan Pupuk Naik Jadi Pendorong Krisis Pangan

6 hari lalu

Pertemuan Menteri Pertanian G20, FAO: Harga Makanan dan Pupuk Naik Jadi Pendorong Krisis Pangan

Pada Pertemuan Menteri Pertanian G20, Dirjen FAO memperingatkan implikasi berbahaya krisis pangan dari melonjaknya harga makanan dan pupuk.


Wamen BUMN Prediksi Ekonomi Digital RI 2030 Terbesar di ASEAN, Nilainya Akan Capai Rp 4.531 T

7 hari lalu

Wamen BUMN Prediksi Ekonomi Digital RI 2030 Terbesar di ASEAN, Nilainya Akan Capai Rp 4.531 T

Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo kembali menegaskan Indonesia diproyeksikan akan menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2030.


UOB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

7 hari lalu

UOB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level 5,1 hingga 5,4 persen pada 2022.


Dolar AS Semakin Mentereng, Apa Mata Uang Terkuat di ASEAN Saat Ini?

13 hari lalu

Dolar AS Semakin Mentereng, Apa Mata Uang Terkuat di ASEAN Saat Ini?

Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia menjadi tiga negara anggota ASEAN dengan mata uang terkuat setelah peristiwa penguatan dolar AS belakangan ini.


Kenali 11 Mata Uang Negara ASEAN sebelum Berwisata ke Asia Tenggara, Berapa Kurs Rupiahnya?

13 hari lalu

Kenali 11 Mata Uang Negara ASEAN sebelum Berwisata ke Asia Tenggara, Berapa Kurs Rupiahnya?

Sebelum leancong ke nagara Asia Tenggara, ketahui dulu 11 mata uang negara ASEAN berikut kurs mata uang dengan rupiah saat ini.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

13 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

13 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Sri Mulyani Beberkan 3 Prestasi Indonesia: Sangat Baik Tangani Covid-19, PDB, dan APBN

14 hari lalu

Sri Mulyani Beberkan 3 Prestasi Indonesia: Sangat Baik Tangani Covid-19, PDB, dan APBN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim Indonesia memiliki tiga prestasi dalam mengahadapi pandemi yang berlangsung sejak awal 2020 itu.