Gubernur Aher Beberkan Sulitnya Menerbitkan Obligasi Daerah

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat Yerusalem sebagai ibu kota Israel.(Foto: Dok. Pemprov Jabar)

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyebut proses penerbitan obligasi daerah masih sulit. Akibat rumitnya proses itu, kata Aher, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun urung menerbitkan surat utang daerah untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur.

"Jawa Barat tadinya mau mempelopori, tapi sampai hari ini belum keluar karena terlalu rumit," kata Aher di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 27 Februari 2018.

Aher menceritakan beberapa tahapan yang harus dilalui untuk penerbitan obligasi daerah. Pengajuan penerbitan obligasi daerah itu di antaranya harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan pertimbangan Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, daerah juga harus melewati pemeriksaan aset oleh pihak ketiga, pemeriksaan oleh Kementerian Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Simak: Bangun Bandara, Jawa Barat Berniat Terbitkan Obligasi 

"Dengan tahapan yang panjang seperti itu agak sulit bagi daerah untuk menerbitkan obligasi," kata Aher.

Aher tak merinci mandeknya proses pengajuan obligasi daerah tersebut. Namun, dia memastikan proses persetujuan di DPRD tidak bermasalah.

"Proses politik di DPRD sudah selesai," kata Aher.

Aher berujar, penerbitan obligasi daerah itu sedianya akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan Bandar Udara Kertajati, Majalengka. Belakangan, pembiayaan Kertajati dihimpun dari reksa dana penyertaan terbatas (RDPT), selain direct investment dari PT Angkasa Pura II, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan sindikasi perbankan syariah.

Aher melanjutkan, dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang baru pemerintah daerah akan lebih mudah untuk mengajukan penerbitan obligasi daerah. Namun, Pemprov Jabar tak akan menerbitkan obligasi tahun ini lantaran masa jabatannya hampir berakhir.

"Kabarnya sekarang sudah dipermudah, tapi saya hampir habis masa jabatan. Tadinya saya mau jadi pelopor," ujarnya.

Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan aturan penerbitan obligasi daerah melalui Peraturan OJK Nomor 61/POJK.04/2017 tentang Dokumen Penyertaan Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum Obligasi Daerah dan/atau Sukuk Daerah. Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengharapkan Jawa Barat menjadi yang terdahulu menerbitkan obligasi daerah, bersama dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah.






Rupiah Menguat ke Level Rp 15.262, Krisis Energi di Eropa hingga Inflasi Jadi Sentimen

3 hari lalu

Rupiah Menguat ke Level Rp 15.262, Krisis Energi di Eropa hingga Inflasi Jadi Sentimen

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mampu menguat pada perdagangan Kamis, 29 September 2022.


Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

4 hari lalu

Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

Stafsus Sri Mulyani menyatakan pemerintah tengah mengambil sikap mengurangi penarikan utang baru untuk membiayai APBN.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

6 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


BCA Catat Rekor Penjualan SR017 Senilai Rp5,4 Triliun

16 hari lalu

BCA Catat Rekor Penjualan SR017 Senilai Rp5,4 Triliun

Direktur BCA Haryanto T. Budiman menjelaskan pencapaian penjualan SBN Ritel seri SR017 ini salah satunya ditopang oleh ajang Wealth Summit BCA 2022.


Sukuk Ritel Seri SR017 Laris Terjual Sebelum Batas Masa Penutupan

21 hari lalu

Sukuk Ritel Seri SR017 Laris Terjual Sebelum Batas Masa Penutupan

Kuota pemesanan sukuk ritel (SR) seri SR017 terpantau telah habis terjual 3 hari jelang penutupan.


Bos BCA Bagikan Tips Membangun Kekayaan, Ada 3 Dimensi yang Wajib Dimiliki

21 hari lalu

Bos BCA Bagikan Tips Membangun Kekayaan, Ada 3 Dimensi yang Wajib Dimiliki

Wakil Presiden Direktur BCA, Armand Hartono, memberikan sejumlah tips dalam dalam membangun wealth atau kekayaan. Apa saja kiatnya?


Bos BCA Prediksi The Fed Turunkan Bunga pada Kuartal III 2024, Ini Rekomendasi Investasinya

24 hari lalu

Bos BCA Prediksi The Fed Turunkan Bunga pada Kuartal III 2024, Ini Rekomendasi Investasinya

Bos BCA Jahja Setiaatmadja memperkirakan The Fed baru akan menurunkan suku bunganya pada kuartal ketiga tahun 2024.


Kemenkeu Rilis Tiga Seri Obligasi Global USD 2,65 Miliar, Berikut Daftar Kuponnya

24 hari lalu

Kemenkeu Rilis Tiga Seri Obligasi Global USD 2,65 Miliar, Berikut Daftar Kuponnya

Pemerintah menerbitkan obligasi global senilai 2,65 miliar dolar AS dalam tiga seri dengan format SEC Shelf Registered pada tanggal 7 September 2022.


Bank KB Bukopin Dapat Pinjaman Rp 4,4 Triliun dari IFC, Ini Respons Menteri Airlangga

33 hari lalu

Bank KB Bukopin Dapat Pinjaman Rp 4,4 Triliun dari IFC, Ini Respons Menteri Airlangga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi penerbitan social bond oleh pihak swasta yakni Bank KB Bukopin Tbk.


KB Bukopin Dapat Pinjaman Obligasi Sosial dari IFC Senilai Rp 4,4 Triliun

33 hari lalu

KB Bukopin Dapat Pinjaman Obligasi Sosial dari IFC Senilai Rp 4,4 Triliun

KB Bukopin Tbk menandatangani perjanjian kerja sama pembiayaan social bond dengan International Finance Corporation (IFC).