Bicara LRT Palembang, Menteri Perhubungan: Jangan Seperti Jakarta

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang jelang gelaran Asian Games 2018 sudah mencapai 77 persen. Ditargetkan, pembangunan rampung hingga 80 persen pada akhir tahun 2017. Palembang, Sumatera Selatan, Minggu, 10 November 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    Pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang jelang gelaran Asian Games 2018 sudah mencapai 77 persen. Ditargetkan, pembangunan rampung hingga 80 persen pada akhir tahun 2017. Palembang, Sumatera Selatan, Minggu, 10 November 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menginginkan
    proyek LRT Palembang bisa dimanfaatkan penuh pasca gelaran Asian Games 2018 nanti. Jika operasionalnya berhasil, Ia meyakini moda transportasi ini akan mulai berkembang di kota-kota lainnya.

    "Jadi legacy (warisan) bagi Palembang, nanti Surabaya, Bandung, dan yang lainnya akan ikut," kata Budi dalam acara bincang santai Site Visit Pembangunan Perkeretaapian di daerah Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Februari 2018. "Jangan seperti Jakarta, setelah macet baru bangun."

    Baca: Skema Ganjil Genap di Tol Jakarta-Cikampek Berlaku Mulai Maret

    Dalam acara ini, Budi bertemu dengan 20 orang rekan sekampungnya, berbincang soal pemanfaatan LRT Palembang, Sumatera Selatan, untuk masyarakat Sumatera Selatan.

    LRT Palembang sendiri ditargetkan akan beroperasi penuh saat gelaran Asian Games, Agustus 2018 nanti. Uji coba akan dilakukan sekitar Juni hingga Juli mendatang. Namun demikian, proses pengerjaan memang belum sepenuhnya rampung. Kurang dari enam bulan lagi, progres pengerjaan baru mencapai 88,32 persen.

    Budi menjelaskan proyek senilai Rp 10 triliun ini sengaja dibangun untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dengan negara lain. Ia mencontohkan bagaimana China membangun ribuan kilo jalan untuk mendukung akses barang dan manusia. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Indonesia.

    "Mengapa dulu gak ada Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tol Jakarta Surabaya, karena dulu ada zona comfort (zona nyaman), gak mau ambil resiko." ujarnya.

    Budi menyadari banyak kritik di sepanjang pembangunan LRT Palembang. Apalagi, proyek dibiayai oleh dana dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang menjadi piutang bagi pemerintah. Namun utang akan bisa terbayar, kata Budi, jika satu kota bisa memiliki konsep transportasi yang baik.

    Setelah Asian Games berakhir, LRT ini akan menjadi moda transportasi publik di Palembang dan sekitarnya. Budi meminta pemerintah lokal untuk mengatur rute bus pengumpan (feeder) menuju Transit Oriented Development (TOD) LRT. "Jadi akan ada pembaruan rute di sekitar LRT, kami sedang bahas intensif,' tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.