Pemerintah Kebut Pembangunan Tiga Bendungan di Sulawesi Selatan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi meninjau pembangunan waduk serba guna (Bendungan Boyya) di Desa Bitao Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Rabu 5 November 2014. TEMPO/Fahmi Ali

    Presiden Jokowi meninjau pembangunan waduk serba guna (Bendungan Boyya) di Desa Bitao Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Rabu 5 November 2014. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mempercepat pembangunan tiga bendungan di Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah Bendungan Paselloreng.

    "Pembangunan bendungan Paselloreng ditargetkan rampung Desember 2018," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 17 Februari 2018.

    Basuki mengatakan beberapa bendungan yang akan dipercepat yaitu bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa dan bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar. "Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar baru-baru ini dimulai konstruksinya," katanya.

    Basuki berujar selain membangun bendungan, Kementerian PUPR juga membangun daerah irigasi Baliase. Daerah irigasi tersebut juga dilengkapi dengan pembangunan Bendung Baliase di Kabupaten Luwu Utara. "Sementara Bendungan Pamukkulu dalam tahap persiapan yakni penyiapan jalan akses kerja," ucapnya.

    Menurut Basuki, bendungan Karalloe memang konstruksinya dimulai lebih dahulu. Namun, hal tersebut sempat mengalami masalah pengadaan lahan. "Sekarang sudah diselesaikan, mudah-mudahan progres konstruksi lebih cepat lagi," tuturnya.

    Simak: Bendungan Way Sekampung Ditargetkan Selesai 2020

    Basuki optimis bendungan di Sulawesi Selatan ini akan selesai tepat waktu. Sebab, kata dia, pembangunan bendungan kini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). "Diupayakan bisa selesai lebih cepat," ujarnya.

    Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso mengatakan pembangunan bendungan akan dilengkapi dengan pembangunan jaringan irigasi yang disebut sebagai Irigasi Premium. Hal itu agar dapat dipastikan air bisa mengalir sampai ke sawah petani dan sumber air baku masyarakat.

    Data Kementerian PUPR, progres fisik bendungan Paselloreng per 14 Februari 2018 sebesar 68,22 persen. Kapasitas tampung maksimal bendungan yakni 138 juta meter kubik yang merupakan terbesar dibandingkan Karalloe dan Pamukkulu.

    Pembangunan bendungan ini diharapkan akan mengairi irigasi seluas kurang lebih 7.000 ha dan menjadi sumber air baku untuk 4 kecamatan. Seperti di Kabupaten Wajo sebesar 305 liter/detik, konservasi air, pengendali banjir Sungai Gilireng, serta perikanan air tawar dan pariwisata.

    Untuk bendungan Karalloe, progres telah mencapai 39,82 persen dan ditargetkan rampung tahun 2019. Pembangunan bendungan ini sempat mengalami kendala pengadaan lahan.

    Saat ini lahan yang bebas sudah mencapai 97 persen dan tersisa 3 persen atau sekitar 14,5 ha. Kapasitas tampung maksimalnya sebesar 40,53 juta meter kubik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.