Amazon Didenda Rp 16,2 Miliar karena Jual Pestisida Ilegal

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Amazon Alexa. (amazon.com)

    Logo Amazon Alexa. (amazon.com)

    TEMPO.CO, Jakarta -Amazon.com akan membayar penalti senilai US$ 1,2 juta, sekitar Rp 16,2 miliar untuk menyelesaikan hampir 4.000 kasus pelanggaran hukum mengenai eksposure pestisida. Pelanggaran tersebut terkait dengan penjualan dan distribusi pestisida serta insektisida impor yang tidak memiliki izin edar di Amerika Serikat.

    Badan Perlindungan Lingkungan (Environmental Protection Agency/EPA) Amerika Serikat mengatakan perusahaan e-commerce raksasa itu setuju untuk memperketat pemantauan dan menghapus produk-produk pestisida ilegal dari situsnya sebagai upaya menekan peredaran pestisida tak berizin di pasaran. Produk-produk tersebut dijual di Amazon oleh pihak ketiga.

    "Mereka bertanggung jawab untuk menentukan apakah produk yang dijual adalah pestisida dan apakah produk tersebut ilegal atau tidak," ungkap pejabat EPA Ed Kowalski, seperti dilansir Reuters, Jumat, 16 Februari 2018.

    Amazon juga meminta konsumennya yang membeli produk-produk tersebut pada 2013-2016 untuk berkomunikasi dengan mereka terkait keamanannya. Konsumen diminta untuk mengembalikan produk tersebut dan nantinya Amazon akan mengembalikan uang dari konsumen, yang totalnya sekitar US$130.000.

    "Kepatuhan peraturan adalah prioritas utama kami. Pihak ketiga yang menjadi penjual mesti mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku ketika menjual barangnya melalui Amazon," demikian disampaikan Amazon dalam pernyataan resminya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.