Selasa, 21 Agustus 2018

Harapan Susi Pudjiastuti di Proyek Pasar Ikan Modern Muara Baru

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan Perikanan Nilanto Perbowo menjelaskan kepada Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan konsep Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta, 8 Februari 2018. TEMPO/Irsyan

    Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan Perikanan Nilanto Perbowo menjelaskan kepada Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan konsep Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta, 8 Februari 2018. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek pembangunan Pasar Ikan Modern Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, pada hari ini. Hal tersebut dilakukan bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

    Menteri Susi berharap pembangunan PIM Muara Baru ini bakal mendukung peningkatan perekonomian, produktivitas, dan nilai tambah produk perikanan, mengembangkan sentra bisnis kelautan dan perikanan, serta meningkatkan konsumsi ikan di kalangan masyarakat. "Saya harapkan ini menjadi satu titik tolak pembangunan yang lebih ramah kepada masyarakat, pedagang, pengguna, pemakai seafood, semua stakeholder," katanya di lokasi proyek, Kamis, 8 Februari 2018.

    Baca: Susi Pudjiastuti: Penenggelaman Kapal Perintah Jokowi

    Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo mengatakan PIM Muara Baru merupakan pasar ikan pertama di Indonesia yang mengusung konsep higienis dan modern one-stop shopping aneka produk perikanan. Pasar ini akan dibangun di lahan seluas 22.444 meter persegi milik Kementerian Kelautan dan Perikanan.

    "Produk perikanan yang akan dipasarkan di PIM Muara Baru adalah produk perikanan yang high quality, safe, traceable, high value content, dan competitive," ujar Nilanto.

    Nilanto memaparkan, proyek ini dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kementerian Kelautan tahun anggaran 2017-2018 sebesar Rp 150,6 miliar. Proyek ini dikerjakan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Adapun masa pelaksanaan proyek berlangsung pada 13 Desember 2017-27 Desember 2018.

    Selain itu, bangunan yang direncanakan memiliki tiga lantai ini diproyeksikan menjadi salah satu tujuan wisata di wilayah Jakarta Utara. Nilanto mengatakan bangunan ini akan memiliki 900 lapak basah, 69 kios pasar kering, 18 kios pancing, dan 68 kios ikan segar.

    “Pasar ikan ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung, di antaranya chilling room, ice storage, layanan perbankan, klinik kesehatan, wisata kuliner, laboratorium, masjid, pengepakan ikan, gardu PLN, dan instalasi pengelolaan air limbah," kata Nilanto.

    Nilanto melanjutkan, pembangunan PIM Muara Baru dikawal oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat Jenderal dan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P) dari Kejaksaan Agung, yang bertugas melakukan pengawalan pekerjaan proyek pembangunan. Adapun bentuk pengawalannya adalah keikutsertaan dalam proses penyiapan dokumen kontrak hingga serah terima proyek. "Harapannya proyek pembangunan bebas dari potensi penyimpangan aturan," tuturnya.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap pembangunan pasar ikan modern di Jakarta tersebut bisa menjadi contoh pasar modern. "Semangatnya sih pasar tradisional,” katanya. 

    Anies juga berharap nanti dalam operasionalnya, pasar ikan itu bisa tetap terjaga kebersihannya. Desain pasar ikan modern yang berasal dari Indonesia, digunakan oleh orang Indonesia, dan melalui standar baku yang diberlakukan di Indonesia. “Mudah-mudahan ikannya penuh dan tidak ada bau. Kalau ada bau, ditenggelamkan saja Bu Susi,” ucapnya. 
     
    Selain itu, sembari mendampingi Menteri Susi Pudjiastuti, Anies berharap pasar ikan bisa menjadi contoh interaksi pembeli dan penjual yang lebih komunikatif. Hari ini sering kali dalam ekonomi interaksi sosial makin hilang. “Pesan kendaraan saja sudah tidak ngobrol dengan pengendaranya."

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.