Stok Beras di Pasar Induk Cipinang Terus Menurun

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas penjualan beras di pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 27 November 2017. Kepala Bulog Djarot Kusumajakti mengatakan saat ini pihaknya masih menyimpan stok 1,2 juta ton baik untuk beras sejahtera (rastra), cadangan pangan, maupun komersial. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas penjualan beras di pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 27 November 2017. Kepala Bulog Djarot Kusumajakti mengatakan saat ini pihaknya masih menyimpan stok 1,2 juta ton baik untuk beras sejahtera (rastra), cadangan pangan, maupun komersial. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang tercatat terus mengalami penurunan. Saat ini, stok beras terhitung 22.707 ton, sedangkan dalam kondisi normal rata-rata berkisar 25 ribu-30 ribu ton per hari.

    Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo mengatakan penurunan stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang disebabkan oleh banyaknya pelaku usaha yang mengeluarkan stok beras menjelang musim panen raya, yang diperkirakan mulai Maret 2018.

    "Saat ini pedagang mengeluarkan stok untuk digantikan dengan yang akan masuk menjelang panen raya. Saat ini mulai banyak (beras) masuk dari panen di Jawa Tengah," kata Arief, pada Minggu, 4 Februari 2018.

    Baca juga: DPR Minta Pemerintah Periksa Persediaan Beras Nasional 

    Arief mengatakan, saat panen raya nanti, stok beras yang ada di Pasar Induk Beras Cipinang bisa mencapai 50 ribu ton. Saat ini, rata-rata pengeluaran 2.000-3.000 ton per hari, sedangkan pemasukan beras ke Pasar Induk Beras Cipinang berkisar pada angka yang sama tapi bisa lebih rendah.

    Berdasarkan data dari laman Food Station, penurunan stok di Pasar Induk Beras Cipinang terjadi sejak awal 2018. Pada awal Januari 2018, stok Pasar Induk Beras Cipinang 35.392 ton dan terus menurun menjadi 22.707 pada Minggu, 4 Februari 2018.

    Dengan pasokan yang terus menurun, harga beras menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pemicu inflasi Januari 2018 yang sebesar 0,62 persen disebabkan oleh naiknya harga komoditas tersebut dengan andil cukup tinggi, yakni mencapai 0,24 persen. "Posisi stok beras pada Januari 2018 lebih sedikit dibanding 2017," kata Arief.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.