Ikuti Bukalapak, Tahun Ini Diperkirakan Lahir Satu Unicorn Lagi

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bisnis Start-up. startupguys.net

    Ilustrasi bisnis Start-up. startupguys.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) memperkirakan ada satu lagi perusahaan rintisan teknologi yang berlabel sebagai unicorn pada tahun ini. Unicorn merupakan istilah yang merujuk kepada startup yang bervaluasi di atas US$ 1 miliar.

    “Tahun ini, kelihatannya ada satu lagi yang menjadi unicorn. Tahun depan juga satu lagi. Tinggal tunggu momentum saja,” ujar Wakil Ketua Amvesindo Donald Wihardja di Jakarta, Rabu, 31 Januari 2018.

    Baca juga: Bernilai Rp 13 T, Bukalapak Masuk Kategori E-Commerce Unicorn

    Donald enggan berspekulasi startup dari sektor mana yang segera bertransformasi menjadi unicorn. Meski demikian, kata dia, perusahaan itu sudah menunjukkan laju pertumbuhan dan traction yang begitu pesat dalam beberapa tahun terakhir.

    Menurutnya, optimisme makin banyak lahirnya perusahaan rintisan teknologi bervaluasi miliaran dolar asal Indonesia makin tumbuh. Terlebih, pada awal tahun ini, Google memastikan suntikan pendanaan kolektif yang diperkirakan sekitar US$ 1,2 miliar kepada Go-Jek.

    “Sekarang bisa kita pastikan, tak perlu lagi bicara berapa ratus juta dolar yang masuk ke startup Indonesia, tapi sudah pada level billion dollars,” ucapnya.

    Pemerintah meyakini Indonesia setidaknya bisa memiliki lima unicorn pada 2020. Saat ini, sudah terdapat empat startup besutan talenta lokal yang berstatus unicorn, yaitu Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

    “Dengan satu tambahan unicorn tahun ini, artinya target minimal lima unicorn pada 2020 pasti terealisasi lebih cepat dari perkiraan,” tutur Donald.

    Donald menyatakan sekarang terdapat sekitar 90 perusahaan rintisan yang tumbuh pesat dan membutuhkan pendanaan seed funding, baik seri A maupun seri B.

    Donald menyatakan, saat ini, Amvesindo punya sekitar 90 startup potensial. Mereka siap menerima pendanaan dari seri awal hingga seri B.

    Hanya, kemampuan dukungan pendanaan modal ventura lokal masih terbatas pada pendanaan seri A, yang mencapai US$ 5 juta. “Persoalannya adalah venture capital lokal kita belum punya kapasitas funding yang cukup besar. Jadi modal ventura lokal memerlukan mitra regional fund, yang paling tidak punya kapasitas fundraising lebih tinggi, supaya startup kita bisa terdanai dan tumbuh sampai besar,” katanya.

    Berita lain tentang unicorn bisa dibaca di Tempo.co.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.