Menteri Amran Sulaiman: Pecat CPNS yang Datang Terlambat

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman setelah acara Rapat Koordinasi Gabungan Ketahanan Pangan dan Evaluasi Upaya Khusus 2017 di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan pada Rabu, 3 Januari 2018 (Andita Rahma)

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman setelah acara Rapat Koordinasi Gabungan Ketahanan Pangan dan Evaluasi Upaya Khusus 2017 di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan pada Rabu, 3 Januari 2018 (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan arahan kepada semua calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru. Amran memberikan sambutan sekitar 15 menit.

    "Anda membuka lembaran baru dan kami menunggu beritanya 15-20 tahun orang terbaik bangsa dicetak dari sini," kata Amran di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin, 29 Januari 2018.

    Baca: Menpan RB: Formasi CPNS Daerah Harus Sesuai Kebutuhan Instansi 

    Dalam sambutannya, ia menegaskan kepada semua calon PNS untuk wajib menaati peraturan yang ada, termasuk larangan datang terlambat. CPNS yang berani datang tidak tepat waktu akan langsung diberhentikan.

    "Telat dua detik, surat peringatan 1. Telat satu jam, dipecat. Saya perintahkan, calon PNS ini yang nanti selalu terlambat langsung pecat saja, langsung buang. Kalau perlu, separuh saja nanti yang tiba di ujung. Separuh ini bisa mengguncang dunia," ujarnya.

    Tak hanya tegas mengenai disiplin waktu saja, Amran juga mengatakan kepada para CPNS agar menggunakan media sosial dengan hal-hal yang bermanfaat dan informatif.

    “Jangan ada lagi kalau lagi kerja itu asik foto makanan sambil bilang “asik deh”. Itu akan kami berikan peringatan dengan skorsing,” ucapnya. Ia menegaskan, proses dari CPNS sampai pelantikan menjadi PNS ini nantinya diberlakukan dengan sistem gugur dengan menilai kedisiplinan.

    Dari kuota 475 yang diberikan Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Kementerian Pertanian menerima 436 CPNS. Mereka terdiri atas 107 peserta cum laude, 6 orang peserta disabilitas, 8 orang putra daerah Papua, dan 315 lain kategori umum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.