Budi Karya dan Asman Abnur Hadiri Wisuda Sekolah Pilot

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan inspeksi terhadap angkutan barang yang terindikasi melebihi kapasitas muatan di Km 18 ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, Ahad, 20 Januari 2018. Peninjauan ini dilakukan dengan menggunakan alat timbang portabel. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan inspeksi terhadap angkutan barang yang terindikasi melebihi kapasitas muatan di Km 18 ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, Ahad, 20 Januari 2018. Peninjauan ini dilakukan dengan menggunakan alat timbang portabel. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur hari ini mengunjungi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), Curug, Banten. Keduanya dijadwalkan menghadiri wisuda pilot muda Taruna Diploma II Penerbangan STPI, Angkatan 67.

    Peserta wisuda berjumlah 50 orang. "Ke-50 lulusan akan langsung diberikan pelatihan Airline Transport Pilot Licence (ATPL) Ground selama satu bulan," demikian keterangan tertulis yang diperoleh Tempo di Banten, Sabtu, 27 Januari 2018.

    Kunjungan Budi ini berlangsung di tengah persoalan lulusan sekolah penerbangan di Indonesia. Pada Rabu, 24 Januari 2018, dia berkeluh kesah mengenai 600 pilot pemula yang menganggur. Terlebih, ratusan pilot tersebut adalah pilot baru dengan nol jam terbang tapi sudah meraih sertifikat pilot komersial.

    Masalah lain pun muncul. Meski suplai pilot baru melebihi kebutuhan, maskapai juga mengeluhkan kompetensi calon pilot yang tersedia tidak memenuhi standar kualifikasi. Salah satunya dikatakan Direktur Operasi Lion Air Group Daniel Putut. Dia menyebut, dari 150 kuota penerimaan pilot di maskapainya, hanya dua yang berhasil lulus sesuai dengan persyaratan.

    Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Group Agus Soedjono juga menyampaikan hal yang sama. Menurut dia, banyak calon pilot lulusan sekolah penerbangan yang tidak tertampung di sejumlah maskapai penerbangan. Salah satu alasannya adalah kebutuhan terhadap pilot tidak sebanding dengan jumlah lulusan.

    General Manager Bandung Pilot Academy (BPA) Gijanto Sumartono menyampaikan pendapat lain. Ia mengatakan justru standar kurikulum sekolah pilot yang dipatok Kementerian Perhubungan tidak klop dengan standar kualifikasi yang diminta maskapai. “Yang menjadi masalah sekarang memang persyaratan dari maskapai terlalu tinggi, jadi anak-anak ini belum mengikuti tataran yang dimaui maskapai penerbangan,” kata Gijanto, saat dihubungi Tempo, Kamis, 25 Januari 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?