Harga Beras Naik, Dinas Pangan Sultra: Karena Belum Panen Raya

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi beras. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi beras. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara menyebutkan kenaikan harga beras di pasaran saat ini karena belum memasuki masa panen raya.

    "Masa panen raya diperkirakan puncaknya pada akhir Februari mendatang. Jadi wajar kalau permintaan akan beras saat ini meningkat sehingga bisa memicu kenaikan harga," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara, Muhammad Nasir, di Kendari, Minggu, 14 Januari 2018.

    Berdasarkan informasi dari beberapa daerah sumber produksi padi, seperti Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Kolaka Timur dan Kolaka, bahwa kondisi saat ini menunggu panen raya.

    Baca juga: Simpang Siur Data Buat Pemerintah Tak Siap Atasi Masalah Beras

    "Kalau daerah ini sudah lakukan panen raya, maka stok beras pasti membludak, sehingga bukan lagi melakukan operasi pasar, tetapi Bulog melakukan pengadaan atau penyerapan beras lokal," katanya.

    Ia mengatakan keputusan pemerintah melalui Bulog untuk melakukan operasi pasar beras khusus medium saat ini adalah langkah yang tepat.

    "Karena pemerintah sudah membaca bahwa ada gejolak akan naik harga beras maka segera keluarkan kebijakan lakukan operasi pasar untuk menekan harga," katanya.

    Menurut dia, operasi pasar beras itu hanya akan efektif sampai Maret, setelah itu tidak akan lagi karena stok padi saat itu sudah melimpah.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.