Tanpa Modal, Ratu Prabu Biayai LRT dari Pinjaman Bank Cina

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses pembangunan Light Rail Transit (LRT) di daerah Kelapa Gading Jakarta Utara, 8 Januari 2018. Pembangunan LRT ini sudah dalam tahap pemasangan rail dan direncanakan pemasangan akan selesai pada Maret mendatang. TEMPO/Wildan Aulia Rahman

    Proses pembangunan Light Rail Transit (LRT) di daerah Kelapa Gading Jakarta Utara, 8 Januari 2018. Pembangunan LRT ini sudah dalam tahap pemasangan rail dan direncanakan pemasangan akan selesai pada Maret mendatang. TEMPO/Wildan Aulia Rahman

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Ratu Prabu Energi Tbk berencana menggarap proyek kereta ringan atau light rapid transit (LRT) di Jakarta dan sekitarnya. Nilai investasi proyek mencapai sekitar US$ 30 miliar.

    Direktur Utama Ratu Prabu Energi Burhanuddin Bur Maras mengatakan dana sebesar itu akan diperoleh perusahaan dari pinjaman. Perusahaan telah mengajukan pinjaman kepada bank di Cina, Jepang, dan Korea Selatan. Bur Maras menuturkan ketiganya antusias dengan proposal tersebut.

    Salah satu bank yang mendapatkan penawaran adalah Exim Bank of China. Bur Maras menyatakan bank ini siap mengucurkan dana jika pemerintah Indonesia sudah menyetujui proposalnya.

    BacaSandiaga Uno Janjikan Insentif Pengguna Angkutan Umum

    Dia mengklaim bank tersebut bahkan rela mencairkan pinjaman tanpa peduli dengan ekuitas perusahaan. "Jadi no capital. Semua pinjam 100 persen," katanya di kantornya, Jakarta, Selasa, 9 Januari 2018.

    Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2017, emiten berkode ARTI ini tercatat memiliki ekuitas Rp 1,737 triliun. Sedangkan total liabilitasnya Rp 798,7 miliar.

    Bur Maras mengatakan Exim Bank akan memberikan pinjaman dengan bunga 2-4 persen saja. Dia berujar bunga yang rendah didasarkan pada jenis pinjaman yang diberikan, yaitu soft loan.

    Dia mengklaim bank Cina itu juga siap memberikan pinjaman tanpa jaminan. Namun perusahaan akan mengasuransikan proyek tersebut kepada perusahaan asuransi besar dunia, seperti Lloyd's of London.

    Dana US$ 30 miliar akan digunakan untuk membangun proyek LRT dalam tiga fase. Bur Maras mengatakan fase pertama telah selesai dikaji. Fase ini terdiri atas sembilan rute LRT dengan total investasi US$ 8 miliar. Sedangkan dua fase lain masih belum rampung dikaji.

    Ratu Prabu Energi menggandeng konsultan asal Amerika Serikat, Bechtel Corporation, untuk mengkaji proyek ini. Bur Maras menyatakan kajian sudah dilakukan sejak lima tahun lalu.

    Hasil kajian tersebut telat disampaikan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek. Mereka menyambut baik usul Ratu Prabu Energi dan kini tengah menunggu tanggapan dari Kementerian Perhubungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.