Menteri Perhubungan Jajal Kapal Latih Baru Milik STIP

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melihat replika kapal latih Mohammad Husni Thamrin di STIP Jakarta, Ahad, 7 Januari 2018. Tempo/Vindry Florentin

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melihat replika kapal latih Mohammad Husni Thamrin di STIP Jakarta, Ahad, 7 Januari 2018. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjajal kapal latih baru milik Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Kapal bernama Mohammad Husni Thamrin itu akan menjadi sarana belajar taruna STIP.

    Budi menuturkan, taruna STIP sebelumnya lebih banyak memanfaatkan kapal niaga. "Dengan kapal ini, kami ingin mereka punya pengalaman yang advance dan real sehingga mereka lebih percaya diri dan memiliki pengetahuan yang lebih baik," kata dia di Tanjung Priok, Jakarta, Ahad, 7 Januari 2018. 

    Simak: Bangun 5 Kapal untuk Angkut Sapi, Menteri Budi Siapkan Rp 300 M

    Selain untuk para taruna STIP, Budi mengatakan kapal baru ini juga akan dimanfaatkan pelajar SMK pelayaran. Dia berharap kesempatan ini akan meningkatkan kompetensi pelaut lulusan SMK. 

    Kepala BPSDM Kementerian Perhubungan Sasono mengatakan kapal latih ini dibeli dari PT Steadfast Marine. Kapal berkapasitas 1.200 GT ini dibeli seharga Rp 55 miliar. Dananya berasal dari pos APBN. 

    Sasono menuturkan ada lima kapal baru lainnya yang telah dipesan Kementerian Perhubungan. "Kapal akan dikirimkan ke sekolah pelayaran di Aceh, Surabaya, Makassar, Minahasa Selatan, dan Sorong," ujarnya. Jenis kapal untuk kelima sekolah ini sama dengan kapal latih Mohammad Husni Thamrin namun diberi nama berbeda. 

    Dua kapal telah rampung dibangun dan dikirimkan ke Jakarta dan Aceh. Sementara sisanya ditargetkan bisa dikirim bulan ini. 

    Sasono mengatakan kapal ini nantinya bisa digunakan untuk mengantar penumpang dan barang selagi dijadikan alat latihan. Pengelolaan kapal diserahkan kepada sekolah yang sudah ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum (BLU). 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.