Ingin Pilot Bebas Narkoba, Ini Keseriusan Menteri Perhubungan?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menhub Budi Karya mengecek Bandara Ngurah Rai dan juga Pelabuhan Benoa untuk meninjau kesiapan angkutan laut dalam rangka libur akhir tahun.

    Menhub Budi Karya mengecek Bandara Ngurah Rai dan juga Pelabuhan Benoa untuk meninjau kesiapan angkutan laut dalam rangka libur akhir tahun.

    TEMPO.CO, Denpasar - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau kesiapan angkutan udara dan laut pada liburan akhir tahun 2017. Pada 19-22 Desember 2017, Menteri Budi berkunjung ke sejumlah bandar udara dan pelabuhan di wilayah Indonesia timur. 

    Salah satu hal yang digarisbawahi Budi, yakni kesiapan awak penerbangan dan pelayaran dalam melakukan perjalanan. Budi mengimbau maskapai penerbangan agar lebih cermat melakukan check and recheck kesehatan pilot sebelum terbang. Imbauan ini disampaikan Budi lantaran ditemukannya sejumlah kasus pilot yang menggunakan narkoba.

    "Saya mengimbau maskapai untuk melakukan check and recheck terhadap narkoba ini," kata Budi di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, pada Jumat, 22 Desember 2017.

    Simak: Ditjen Perhubungan Udara Jatuhi Sanksi Pilot yang Gunakan Narkoba

    Budi berujar maskapai perlu melakukan langkah preventif dengan lebih giat. Dia mengingatkan, profesi pilot bertanggung jawab terhadap keselamatan penumpang.

    "Seyogianya dia mawas diri, membawa nyawa orang banyak," ujar Budi.

    Pesan yang sama juga disampaikan Budi kepada awak angkutan lainnya. Pesan disampaikan Budi saat meninjau posko pemantauan angkutan liburan Natal dan tahun baru di Pelabuhan Benoa. Kepada otoritas pelabuhan, Budi meminta agar dokter yang bertugas di posko diberi kewenangan memeriksa dan memberikan rekomendasi kepada awak kapal.

    "Awak periksa ke sini, kalau dia minum alkohol atau apa bisa ketahuan. Kalau enggak ada surat dari sini, enggak bisa (jalan)," ujar Menteri Perhubungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.