Tinjau Pembangunan Bandara, Jokowi Puji Keindahan Nabire

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi, didampingi Ibu Negara Iriana (belakang kiri), bersama Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat meninjau Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, Papua, 31 Desember 2015. Rusman/Setpres

    Presiden Jokowi, didampingi Ibu Negara Iriana (belakang kiri), bersama Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat meninjau Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, Papua, 31 Desember 2015. Rusman/Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau lokasi akan dibangunnya bandar udara Dauw Aturure Nabire di Manggar, Kabupaten Nabire, Papua, Rabu, 20 Desember 2017.

    "Bandar udara Douw Aturure di Nabire ini akan menjadi bandara besar karena bisa menjangkau delapan kabupaten Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Puncak, Yapen, Waropen, Waimana, Kaimana juga. Ini akan ngumpul di sini sehingga akan menjadi bandara besar," kata Presiden Jokowi kepada wartawan.

    Jokowi menargetkan pembangunan Bandara Dauw Aturure Nabire akan dimulai tahun depan dan diperkirakan selesai 2019.

    "Kita harapkan 2019 selesai, tapi kalau nggak selesai, mundurnya sedikitlah. Mundurnya 2020," ucap Jokowi.

    Presiden mengatakan tahap pertama akan dibangun bandara dengan kapasitas 8.000 penumpang, namun rencana besarnya akan memiliki kapasitas penumpang hingga 15 ribu.

    Seorang penyelam berenang bersama dua ikan hiu paus di Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Katisore, Nabire, Papua, Senin (14/10). TEMPO/Rully Kesuma

    "Ini di tengah (wilayah Papua bagian tengah) bisa menjadi arteri beberapa kabupaten," kata Presiden yang didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Bupati Nabire Isaias Douw.

    Bupati Isaias mengungkapkan bahwa bandara baru Nabire ini akan dibangun di lahan seluas 4.000 hektare dan sudah dimulai sejak 2010.

    Presiden berharap bandara ini menjadi bandara internasional sehingga bisa mendorong pariwisata daerah Papua wilayah tengah yang memiliki keindahan alam menawan.

    "Nanti juga tentu saja ada efek sampingnya, pariwisata, karena kanan kiri Nabire ini sangat, sangat, sangat indah sekali," kata Jokowi. Selain itu, lanjutnya, bisa membuat distribusi logistik dan mobilitas masyarakat sekitar Nabire akan lancar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.