Dengan Rp1,2 Juta, Bimbel Ini Tawarkan Bisa Lolos Tes CPNS

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang peserta mengerjakan soal saat mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dok.TEMPO/Hariandi Hafid

    Seorang peserta mengerjakan soal saat mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dok.TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta - Tingginya animo masyarakat mengikuti seleksi CPNS, dimanfaatkan sejumlah pihak untuk mendirikan bimbingan belajar (Bimbel) khusus bagi calon peserta tes. Kepala Divisi Marketing Akses CPNS – sebuah lembaga bimbingan belajar yang fokus untuk CPNS – Yustamar mengatakan bahwa lembaga Bimbel yang dikelolanya menawarkan tiga program untuk lulus mengikuti seleksi CPNS.

    “Di kami ada program reguler dengan harga Rp 2,5 juta dan program jarak jauh dengan biaya Rp 1,2 juta. Tapi kalau mau privat kami juga ada,” kata Yustamar ketika dihubungi Tempo pada Selasa, 19 Desember 2017.

    Baca juga: Lolos Tes CPNS, Banyak Peserta Dibantu Bimbel

    Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) akan kembali membuka seleksi Calon Pegawai negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2018. Diperkirakan dari seleksi penerimaan CPNS 2018 ada sebanyak 200 ribu orang yang bakal diterima. 

    Menurut Yustamar selain memberikan modul, bimbel yang dikelolanya juga memberikan program konsultasi eksklusif bagi para perserta. Selain itu, para pengajarnya juga berasal dari alumni yang telah diterima masuk sebagai pegawai negeri. “Kami berikan juta try out dan juga simulasi pengerjaan soal-soal tes,” kata dia.    

    Yustamar juga mengklaim bahwa berdasarkan pendaftaran pada tahun lalu Bimbel miliknya mampu meloloskan hingga 80 persen dari total 750 orang yang mendaftar. “Untuk tes pertama yakni Tes Kompetensi Dasar (TKD) kami bisa loloskan 80 hingga 90 persen yang ikut bimbingan belajar kami,” kata Yustamar.

    Baca juga: Cukup Belajar dari Internet, Sovi Lolos Seleksi CPNS 2017

    Namun, jumlah itu berkurang hanya tinggal setengahnya, yakni sebesar 40 persen ketika menjalani tes CPNS kedua yakni Tes Kemampuan Bidang (TKB). Menurut Yustamar, kegagalan itu lebih dikarenakan karena kesalahan administrasi termasuk ketika melakukan upload data secara online hingga ketidaksesuaian antara latar belakang bidang pelajaran dengan posisi yang dilamar. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.