Kementerian Pariwisata Klaim Turis Mulai Kunjungi Bali

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan antre turun dari kapal cepat di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, 28 November 2017. Pelabuhan yang menghubungkan pulau Bali-Lombok menjadi jalan alternatif setelah Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terdampak letusan Gunung Agung. ANTARA

    Sejumlah wisatawan antre turun dari kapal cepat di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, 28 November 2017. Pelabuhan yang menghubungkan pulau Bali-Lombok menjadi jalan alternatif setelah Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terdampak letusan Gunung Agung. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua tim Crisis Center Kementerian Pariwisata, I Gusti Ngurah Putra, mengatakan Bali kini sudah mulai kembali dikunjungi para turis, baik lokal maupun internasional.

    “Ini saya baru saja mendarat di Denpasar dan ramai. Saya pantau beberapa penerbangan menuju ke sini ramai,” ujarnya saat dihubungi Tempo pada Ahad, 17 Desember 2017.

    Dia mengatakan, saat Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai sempat diberitakan ditutup selama sepekan, jumlah wisatawan menurun drastis hingga 60 persen. “Nyatanya, hanya ditutup selama dua hari,” katanya. Bandara Ngurah Rai memang sempat ditutup pada 27 November pukul 07.00 Wita hingga 29 November 2017 pukul 15.00 Wita. Setelah itu, bandara kembali beroperasi.

    Simak: Pariwisata Bali Paling Terdampak Letusan Gunung Agung

    Sayangnya, informasi yang simpang siur membuat wisatawan enggan bertolak ke Bali untuk sementara waktu. Namun kini angka tersebut sudah merangkak naik. “Sudah mulai pulih meski, ya, tidak bisa langsung melesat,” ucapnya.

    Gusti pun turut mengomentari pemberitaan mengenai adanya beberapa karyawan hotel yang dirumahkan. Dia mengatakan hal tersebut tidak benar. “Bukan dirumahkan. Beberapa karyawan masih memiliki hak off mereka jadi diberikan libur,” tuturnya.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan telah memastikan kondisi Bali masih aman sebagai tujuan pariwisata liburan. “Dari hasil paparan ahli vulkanologi tadi, status Gunung Agung tetap awas, tapi hanya pada radius 10 kilometer. Paling jauh itu, sisanya seluruh Bali normal," kata Luhut, seperti dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 15 Desember 2017.

    Luhut menggelar rapat koordinasi (rakor) mengenai perkembangan terkini situasi Gunung Agung dengan kementerian dan lembaga terkait di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Kemaritiman di Jakarta pada Jumat lalu.

    Rakor tersebut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dwikorita Karnawati, Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Kementerian Energi Rudy Suhendar, serta Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Ratman.

    Luhut menambahkan, berdasarkan perhitungan, arah angin diprediksi menuju ke timur sehingga abu letusan Gunung Agung diperkirakan tidak akan mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.