Peningkatan Pendapatan Kelas Menengah Tak Secepat Inflasi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melintas di etalase sebuah gerai pakaian wanita di Mall Plaza Indonesia, Jakarta, 18 Mei 2015. Bank Dunia mencatat, pertumbuhan kelas menengah dari nol persen pada tahun 1999 menjadi 6,5 persen pada tahun 2011 menjadi 130 juta jiwa dan diperkirakan juga angka tersebut bakal meningkat menjadi 141 juta pada 2030. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pengunjung melintas di etalase sebuah gerai pakaian wanita di Mall Plaza Indonesia, Jakarta, 18 Mei 2015. Bank Dunia mencatat, pertumbuhan kelas menengah dari nol persen pada tahun 1999 menjadi 6,5 persen pada tahun 2011 menjadi 130 juta jiwa dan diperkirakan juga angka tersebut bakal meningkat menjadi 141 juta pada 2030. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Northstar Equity Partners Patrick Walujo mencatat penurunan konsumsi di berbagai sektor, termasuk di kelas menengah. Penurunan itu dipengaruhi perubahan pola konsumsi, baik masyarakat kelas atas maupun kelas menengah dan bawah.

    Patrick mengatakan perubahan konsumsi di masyarakat kelas atas tak perlu dikhawatirkan. Mereka hanya sedang menahan diri dan ini terlihat dari peningkatan dana tabungan di perbankan.

    Selain itu, kelompok masyarakat tersebut tengah mengalami perubahan gaya hidup. "Kesadaran terhadap kesehatan dan kecantikan di kelompok tersebut mulai berubah," kata dia dalam acara Binaartha Summit di Hotel Pullman, Jakarta, Senin, 11 Desember 2017.

    Simak: Kelas Menengah Indonesia Semakin Berpengaruh

    Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan mie instan yang menurun tahun ini. Dibandingkan dengan saat krisis moneter, konsumsi mie instan justru meningkat. Di sisi lain, konsumsi susu segar meningkat tajam.

    Komisaris Go-Jek itu justru menilai perubahan konsumsi di masyarakat kelas menengah dan bawah yang perlu diwaspadai. "Kelompok masyarakat menengah dan bawah di Indonesia masih suffer," ujarnya.

    Patrick mengatakan peningkatan pendapatan kelompok masyarakat tersebut tidak secepat kenaikan inflasi. Kebijakan pemerintah untuk memotong subsidi listrik dan bahan bakar minyak juga turun membuat harga barang semakin mahal.

    Dia mengatakan butuh usaha yang besar agar konsumsi masyarakat kembali meningkat, terutama di kelas menengah dan bawah. Dari sisi pengusaha, beragam upaya seperti peningkatan efisiensi dan produktivitas perlu ditingkatkan untuk mendorong pendapatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.