Amankan Kebutuhan Akhir Tahun, Pertamina Tambah Pasokan Elpiji

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi  warga saat antri untuk mendapatkan gas 3 kg saat Operasi pasar (OP) gas elpiji 3 kg di Cimahi, Jawa Barat, 5 Maret 2015. Langkanya gas elpiji 3 kg menyebabkan harga melonjak di pasaran, warga pun menyerbu Operasi pasar (OP) gas elpiji 3 kg di Kota Cimahi. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Ekspresi warga saat antri untuk mendapatkan gas 3 kg saat Operasi pasar (OP) gas elpiji 3 kg di Cimahi, Jawa Barat, 5 Maret 2015. Langkanya gas elpiji 3 kg menyebabkan harga melonjak di pasaran, warga pun menyerbu Operasi pasar (OP) gas elpiji 3 kg di Kota Cimahi. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan menambah pasokan elpiji 3 kilogram untuk memenuhi kebutuhan saat perayaan hari libur Natal dan tahun baru. "Kita lihat dinamika. Kalau tahun lalu, untuk kebutuhan Natal itu hanya 2-3 persen tambahan. Lebaran 5 persen. Tapi bisa ditambah," kata Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar, di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kuningan, Jakarta, pada Sabtu, 9 Desember 2017.

    Hingga kini, kata Iskandar, Pertamina telah menambah pasokan elpiji 3 kg sebanyak 520 ribu tabung. Penambahan itu dilakukan seiring dengan maraknya laporan kekurangan pasokan elpiji di sejumlah daerah. "Pasokan aman," ucapnya.

    Baca: Sudah Sebulan, Warga Tegal Kesulitan Elpiji 3 Kilogram

    Dalam beberapa kesempatan, Pertamina menampik terjadi kelangkaan elpiji 3 kilogram. Iskandar mengatakan Pertamina menyediakan sejumlah titik yang menjual elpiji dan memantau persediaannya. Salah satunya, kata Iskandar, yakni penjualan gas elpiji di SPBU. "Ini di SPBU tersedia. Kalau sulit, dicari ke SPBU terdekat," kata Iskandar.

    Iskandar berujar, 159 dari 274 SPBU di DKI Jakarta menjual gas elpiji 3 kg. Jika ditambah Banten dan Jawa Barat, kata Iskandar, jumlah SPBU sebanyak 700-an. "Memang yang jual elpiji tidak semua SPBU, tapi sudah lebih 70 persen (yang menjual elpiji)," ujarnya.

    Jumlah pasokan tiap titik SPBU, menurut Iskandar, akan berbeda. Namun, untuk Jawa Barat dan Banten, pasokan elpiji yang telah digelontorkan mencapai 2.000 metrik ton per hari, atau 200-300 tabung.

    Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok bersama Himpunan Wiraswasta Nasional dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DPC Depok sebelumnya sudah melakukan operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan tabung elpiji ukuran 3 kilogram. "Operasi pasar telah dilakukan sejak Senin lalu," kata juru bicara Hiswana Migas Depok, Imron Efendi, di Jalan Proklamasi, Sukmajaya, Depok, Rabu, 6 Desember 2017.

    Menurut Imron, kelangkaan ini terjadi karena ada liburan panjang pada pekan lalu. Saat itu, distribusi tidak bisa berjalan secara normal. "Sehingga tabung elpiji warna hijau susah ditemui di pasaran," katanya.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.