Sudah Sebulan, Warga Tegal Kesulitan Elpiji 3 Kilogram

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Subsidi Elpiji Tertutup Terancam Batal

    Subsidi Elpiji Tertutup Terancam Batal

    TEMPO.CO, TEGAL – Warga Kabupaten Tegal di beberapa kecamatan kesulitan mencari gas elpiji berukuran tiga kilogram. Kelangkaan gas yang juga disebut gas melon itu sudah berlangsung sebulan terakhir. “Sudah muter-muter tidak ada juga, katanya sih memang langka,” kata Yunanto, warga Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Rabu, 6 November 2017.

    Yunanto mengaku sudah mendatangi sejumlah pengecer namun tidak juga mendapatkan gas bersubsidi itu. Bahkan, dia menitipkan gas yang kosong ke pengecer agar mendapatkan giliran paling awal saat pasokan gas datang. Padahal, dia sangat membutuhkan gas tersebut untuk kebutuhan memasak dan untuk berjualan bakso. “Kalau begini terus ya sulitlah,” keluh dia.

    Simak: Ini Kelebihan Produk Baru Bright Gas, Elpiji Non Subsidi 3 Kg

    Hal yang sama juga dirasakan Triyono, 35 tahun, warga Kedungbanteng, Tegal. Dia mengaku kesulitan mencari tabung gas bersubsidi dalam beberapa hari terakhir ini. Beruntung, dia memiliki dua tabung gas sehingga bisa digunakan untuk cadangan. "Susah juga carinya. Tapi untungnya punya dua gas. Kalau habis dititipin ke warung," katanya.

    Salah seorang pengecer gas di Desa Kabunan, Ali, 40 tahun, mengungkapkan dalam dua hari, dia biasanya mendapatkan pasokan 30 tabung. Tapi, dalam sebulan terakhir ini, pasokannya dikurangi hanya mendapat 25 kilogram. “10 hari baru datang, mintanya 30 dikasih 25 tabung,” katanya. Dia mengaku tidak ingin banyak berkomentar soal kelangkaan gas ini.

    Hal senada juga disampaikan Mikidin, 60 tahun, pemilik pangkalan gas di Desa Wangandawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Dia mengaku sebelumnya mendapat 150 tabung per hari. Tapi, saat ini hanya mendapatkan 60 tabung per hari. Pengurangan itu, kata dia, membuatnya kesulitan mendistribusikan kepada para pelanggan. “Kadang ada yang tidak kebagian,” katanya.

    Area Manager Comunication & Relations Jawa Bagian Tengah & DIY, Andar Titi Lestarin saat dimintai konfirmasi membantah ada pengurangan pasokan gas bersubsidi. Menurutnya, distribusi gas di wilayahnya pada November kemarin justru meningkat hingga 3,5 persen. “November kemarin realisasinya mencapai 1.136.000 tabung,” katanya kepada Tempo.

    Dia merinci, setiap harinya pertamina memasok gas elpiji di wilayah Tegal rata-rata 43.723 tabung di bulan November. Bulan berikutnya naik 1.550 tabung menjadi 45.237 tabung per hari. “Yang perlu disadari oleh masyarakat semua adalah peruntukan LPJ bersubsidi ini untuk siapa? Masyarakat mampu ternyata masih banyak yang menggunakan gas bersubsidi,” pungkasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.