Senin, 28 Mei 2018

Didorong Kenaikan di Korea Selatan dan Jepang, Bitcoin Tembus USD 14.000

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bitcoin (virtual currency) coins. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

    Bitcoin (virtual currency) coins. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga Bitcoin terus merangkak naik dalam beberapa hari ini. Harga mata uang digital ini tercatat menembus US$14.200 pada pukul 13.20 WIB.

    CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan mengatakan kenaikan harga Bitcoin ini terdorong oleh kenaikan harga Bitcoin di Korea Selatan dan Jepang. "Harga Bitcoin kan berdasar demand dan supply dari market secara murni," ujar Oscar melalui pesan singkat kepada Tempo, Kamis, 7 Desember 2017.

    Menurut Oscar kenaikan harga Bitcoin di Jepang sendiri disebabkan mata uang digital itu telah legal 100 persen. Bitcoin di Jepang, kata dia, sudah diatur oleh otoritas jasa keuangan Jepang, Japan Financial Services Authority (JFSA). "Jadi, saya tidak heran," katanya.

    Baca: Membuat Sri Mulyani Khawatir, Apa itu Bitcoin? 

    Selain itu, kata Oscar, oleh Amerika Serikat sendiri Bitcoin telah ditradingkan secara resmi di bursa berjangka terbesar di sana. Dia menambahkan kabarnya tahun depan di Amerika Serikat, Bitcoin akan mulai ditradingkan di NASDAQ.

    Sebelumnya, 6 Desember 2017, harga Bitcoin menembus US$12.000 atau setara dengan Rp 162 juta (Rp 13.500 per dolar AS). Berarti terjadi kenaikan sebesar 2.000 US$ dari kemarin sampai hari ini.

    Memulai tahun 2017 ini dengan nilai hanya kurang US$ 1.000 per token, popularitas Bitcoin melonjak dan menembus US$ 5.000 pada Oktober. Pada Rabu, 29 November 2017, bitcoin berhasil menembus level lima digit yang dinanti-nanti di US$ 10.000.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Jenis Serangan di Seluruh Dunia, Teror Bom Masih Jadi Pilihan

    Inilah jenis-jenis teror dan korban yang jatuh di berbagai penjuru dunia sejak menara kembar WTC diserang, teror bom masih jadi pilihan pelaku teror.