BI: Ekonomi Kreatif-Pariwisata Bakal Menopang Pertumbuhan Jakarta

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia saat jumpa wartawan terkait hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 2017, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, 16 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia saat jumpa wartawan terkait hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 2017, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, 16 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia memperkirakan industri ekonomi kreatif pariwisata akan menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi Jakarta, setelah peran industri manufaktur terus menyusut.

    "Selain itu, peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam perekonomian perlu mendapat perhatian, mengingat sektor ini menyerap tenaga kerja cukup besar," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta, Doni Joewono, di Jakarta, Selasa, 5 Desember 2017.

    Doni menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan tahunan BI DKI Jakarta yang dihadiri pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), anggota DPRD, pimpinan BUMD dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

    Baca: Bank Indonesia Klaim Pertumbuhan Ekonomi Mulai Pulih

    Doni mengklaim kegiatan ekonomi DKI Jakarta hingga kuartal III tahun 2017 cukup menggeliat. Salah satu indikatornya, struktur pertumbuhan ekonomi Jakarta lebih merata dengan tidak hanya bertumpu pada konsumsi, tetapi juga oleh sektor produktif.

    "Dalam beberapa tahun ke depan, investasi akan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta," ujarnya.

    Menggeliatnya ekonomi Jakarta itu memberikan momentum untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Maka dari itu, tambah Doni, momentum kebangkitan ekonomi saat ini harus dimanfaatkan dengan respon kebijakan yang tepat.

    Baca: Gerbang Pembayaran Nasional Diluncurkan, Ini Harapan Agus Marto

    Agar dapat memperkuat fase pemulihan ekonomi Jakarta dalam jangka pendek, Doni mengatakan, dorongan terhadap investasi, khususnya kalangan swasta, perlu dilakukan. Maka itu, BI DKI Jakarta melihat realisasi APBD Jakarta harus dipercepat. Peran Pusat Investasi Jakarta atau "Jakarta Investment Center" juga harus diperkuat.

    "Di sisi lain, stabilitas harga, terutama harga-harga pangan, perlu terus diupayakan melalui penguatan peran BUMD pangan," ujarnya.

    Bank Indonesia DKI Jakarta memperkirakan pertumbuhan ekonomi Ibu Kota pada 2018 akan berada di rentang 6,1-6,5 persen. Pertumbuhan ekonomi Jakarta akan bersumber dari investasi dan ekspor, serta konsumsi rumah tangga.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.