Susi Pudjiastuti Sore Ini Tutup Pameran Ikan Hias Nusatic 2017

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berpose dengan sejumlah peserta Treaty of Breda Sketchwalk, di Pulau Rhun, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, 22 Oktober 2017. Menteri Susi ikut menggambar sketsa yang berhubungan dengan sejarah kedatangan bangsa Eropa ke Maluku, menggunakan hastag #TreatyofBredaSketchCrawl. ANTARA

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berpose dengan sejumlah peserta Treaty of Breda Sketchwalk, di Pulau Rhun, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, 22 Oktober 2017. Menteri Susi ikut menggambar sketsa yang berhubungan dengan sejarah kedatangan bangsa Eropa ke Maluku, menggunakan hastag #TreatyofBredaSketchCrawl. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan menutup gelaran pameran ikan hias ke-2 (2nd Indonesia Ornamental Fish and Aquatic Plant Show) Nusantara Aquatic (Nusatic) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, Minggu sore, 3 Desember 2017.

    Susi tengah dalam perjalanan ke Jakarta setelah menghadiri acara Sail Sabang di Aceh. "Nanti direncanakan (Menteri Susi) hadir untuk menutup pameran secara resmi, sekitar pukul 14.00 WIB," kata Staf Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan Chen Chen saat dihubungi Tempo di Jakarta, hari ini.

    Pameran ikan hias tersebut digelar Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Nusantara Aquatic. Acara tersebut dimulai pada 1 Desember 2017.

    Baca: Banyak Illegal Fishing, Jokowi: Untung Kita Punya Bu Susi 

    Acara tersebut diadakan untuk mendorong pengusaha lokal menjadi pemimpin pasar ikan hias internasional. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Kemaritiman Agung Kuswandono mengatakan Indonesia memiliki sedikitnya 400 spesies ikan hias air tawar dan 650 spesies ikan hias air laut, karang hias, dan tanaman hias air.

    Potensi ikan hias yang melimpah ini, menurut Agung, membuka peluang Indonesia meningkatkan ekspor komoditas ikan hias. "Belum lagi potensi pasar dalam negeri juga besar," kata Agung dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 27 November 2017.

    Agung menyebut, dari data tahun 2015, ekspor ikan hias air laut Indonesia menempati peringkat tiga di dunia dengan nilai ekspor mencapai US$ 5,43 juta. Sedangkan ekspor ikan hias air tawar menduduki posisi lima dengan nilai ekspor lebih tinggi, mencapai US$ 14,16 juta. "Potensi pasar dan tren produksi ikan hias Indonesia juga memiliki prospek yang sangat baik jika ditinjau secara ekonomi," tuturnya.

    FAJAR PEBRIANTO | BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.