Matahari Tutup Gerai, Nielsen: Lumrah untuk Jaga Cash Flow

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memilih sepatu di antara kardus yang berserakan di gerai Matahari Mall Taman Anggrek, Jakarta, 21 November 2017. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) kembali melakukan penutupan toko. Setelah belum lama menutup outlet Matahari di Pasaraya Manggarai dan Blok M, kini giliran di Mal Taman Anggrek. Tempo/Vindry Florentin

    Pengunjung memilih sepatu di antara kardus yang berserakan di gerai Matahari Mall Taman Anggrek, Jakarta, 21 November 2017. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) kembali melakukan penutupan toko. Setelah belum lama menutup outlet Matahari di Pasaraya Manggarai dan Blok M, kini giliran di Mal Taman Anggrek. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia Yongky Surya Susilo menjelaskan, keputusan PT Matahari Department Store Tbk menutup gerainya di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat; dan Lombok City Center, Nusa Tenggara Barat, merupakan hal yang realistis dilakukan. Kebijakan perusahaan dinilai lumrah sebagai upaya menjaga aliran dana (cash flow) tetap sehat.

    "(Gerai) yang tutup, itu yang performa tokonya ada di ranking terbawah," ujar Yongky saat ditemui Tempo setelah menghadiri acara Investor Forum 2017 di Hotel J.W. Marriott, Jakarta Pusat, Kamis, 23 November 2017. "Tapi ke depannya retail akan terus berekspansi."

    Baca: Matahari Tutup Gerai di Mal Taman Anggrek, Begini Curhat Pegawai

    Sebelumnya, Matahari Department Store merencanakan menutup gerai di Mal Taman Anggrek dan Lombok City Center masing-masing pada 3 Desember 2017 dan 31 Desember 2017. Perusahaan retail itu juga membuka dua gerai baru department store di Sumatera Selatan dan satu gerai specialty store Nevada di Surabaya. 

    Lebih jauh Yongky menolak jika ada isu yang mengatakan banyaknya gerai offline ditutup karena tergerus toko online. Pasalnya, dari bayangannya, toko online masih butuh 10-15 tahun lagi untuk menyamai penjualan toko offline. "Toko online saat ini cuma tumbuh dua persen," ujarnya.

    Namun Yongky tidak menampik tren masyarakat saat ini yang gemar membeli barang fashion melalui toko online membuat turunnya penjualan fashion di gerai-gerai fisik. "Kalau yang produk makanan, itu tidak ada pengaruhnya," ujarnya.

    Selain itu, menurut Yongky, isu turunnya daya beli masyarakat hanya berpengaruh pada daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Sedangkan, untuk masyarakat kelas menengah ke atas, yang terjadi saat ini adalah pengiritan dari tiap keluarga.

    "Masyarakat kelas menengah ke atas lagi melakukan pengiritan. Terlebih sudah mau ada tax amnesty tahap dua," ujar Yongky.

    CEO dan Vice President Director PT Matahari Department Store Tbk Richard Gibson sebelumnya memberikan keterangan tertulisnya pada Rabu, 15 November 2017. Ia menjelaskan, alasan ditutupnya gerai mereka disebabkan masa sewa tempat yang sudah habis dan perusahaan memutuskan tidak memperpanjang masa sewa di kedua pusat perbelanjaan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.