Bursa Asia Menguat, IHSG Cetak Rekor Baru

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melintas di depan papan tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Pengunjung melintas di depan papan tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus rekor penutupan tertingginya pada akhir perdagangan hari ini, Rabu, 22 November 2017, seiring dengan penguatan di bursa Asia.

    IHSG ditutup menguat 0,63 persen atau 37,92 poin di level 6.069,78 setelah dibuka dengan penguatan 0,12 persen atau 7,22 poin di level 6.039,09. Adapun pada perdagangan Selasa, 21 November, IHSG ditutup melemah 0,35 persen ke level 6.031,86. 

    Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.038,74-6.071,34.

    Dari 562 saham yang diperdagangkan hari ini, 189 saham menguat, 152 saham melemah, dan 221 saham stagnan.

    Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, ditopang sektor aneka industri yang menguat 3,27 persen, disusul sektor tambang yang menguat 1,60 persen, dan finansial yang naik 1,13 persen.

    Sementara itu, sektor konsumer dan pertanian menahan penguatan indeks lebih lanjut dengan pelemahan masing-masing 0,78 persen dan 0,05 persen.

    Penguatan bursa Kospi sejalan dengan mayoritas bursa saham lain di Asia, yang menopang indeks MSCI Asia Pacific menembus level tertingginya sejak 2007. Sebelumnya, semua indeks utama Amerika Serikat mencapai titik tertinggi sepanjang masa, kemarin.

    Goldman Sachs Group Inc menaikkan perkiraan untuk kenaikan saham Amerika pada 2018, dengan mengatakan pertumbuhan ekonomi dan reformasi pajak yang kuat akan memperbaiki kinerja emiten.

    Indeks Topix ditutup menguat 0,34 persen atau 5,95 poin ke level 1.777,08, sedangkan indeks Nikkei 225 ditutup naik 0,48 persen atau 106,67 poin ke level 22.524,15. Adapun indeks Hang Seng menembus level 30.000 setelah ditutup menguat 0,62 persen atau 185,42 poin ke level 30.003,49.

    Selain IHSG, bursa saham lain di Asia Tenggara mayoritas menguat dengan indeks SE Thailand (+0,34 persen), indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,19 persen), indeks FTSE Malay KLCI  (+0,17 persen). Adapun indeks PSEi Filipina melemah 0,28 persen.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.