Samsung Garap Terminal Gas PLTGU Jawa 1

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kontrak PLTGU Jawa 1 Tersendat

    Kontrak PLTGU Jawa 1 Tersendat

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Jawa Satu Power menunjuk Samsung Heavy Industries Co. Ltd. sebagai kontraktor terminal regasifikasi terapung (floating storage regasification unit/FSRU). Fasilitas ini bakal mengolah gas alam cair (liquified natural gas/LNG) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 1.

    "Kontrak-kontrak harus diteken agar pekerjaan konstruksi bisa dimulai. Sebab perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/ PPA) sudah efektif," kata Direktur Utama Jawa Satu Power, Ginandjar, kepada Tempo, kemarin.

    Kontrak ini diteken Jawa 1 Power dan Samsung di Seoul, Korea Selatan, 18 Oktober 2017 lalu. Pengerjaan FSRU dimulai tahun depan dan selesai pada 2020. Terminal ini bakal mengolah gas sebanyak 170 ribu meter kubik atau setara dengan 400 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd). Investasi yang dibutuhkan mencapai US$ 200 juta.

    Manajemen Samsung mengklaim fasilitas ini memakai teknologi S-Regas yang terbaru. Pengolahan gas diklaim 5 persen lebih efisien dibanding teknologi sebelumnya. "Penghematan dan peningkatan kualitas menjadi keunggulan kompetitif yang kami tawarkan," demikian pernyataan Samsung.

    ADVERTISEMENT

    PLTGU Jawa 1 menjadi pembangkit listrik terbesar dalam megaproyek 35 ribu megawatt (MW), dengan kapasitas 1.760 MW. PLTGU ini akan dikelola oleh Jawa Satu Power, perusahaan patungan PT Pertamina (Persero), Marubeni, dan Sojitz. Kontrak jual beli listrik diteken konsorsium dengan PT PLN (Persero) sejak awal tahun lalu.

    Ginandjar menargetkan PLTGU Jawa 1 beroperasi pada 2020, molor setahun dari target semula. Infrastruktur ini berlokasi di Cibatu Baru, pesisir utara Jawa Barat. PLN akan menyediakan gas untuk PLTGU ini. Skema ini tergolong unik lantaran dalam kontrak-kontrak listrik sebelumnya, penyediaan bahan bakar menjadi tanggung jawab pengembang.

    Baca: Ini Alasan Pemerintah Prioritaskan Proyek PLTU di 2018

    PLN memperoleh pasokan gas dari BP Berau Ltd, pengelola kilang Tangguh, mulai 2020 hingga 2045. Gas disalurkan BP sebanyak 16 kargo per tahun. Setahun sebelumnya, kedua pihak juga menyepakati pasokan gas 44 kargo LNG per tahun mulai tahun 2020 hingga 2033. Harga gas yang disepakati mencapai 11,2 persen dari indeks minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price) per million metric british thermal unit (MMBTU), ditambah biaya angkut 0,4 persen.

    Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso mengklaim harga ini merupakan yang termurah. Dia membandingkan harga pembelian LNG dari PT Nusantara Regas untuk PLTGU Muara Karang dan Muara Tawar sebesar 11,25 persen ICP per MMBTU plus biaya angkut 0,7 persen. Perhitungan harga ini mengacu pada regulasi anyar pengadaan gas yang dirilis Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan awal tahun lalu.

    PLTGU Jawa 1 diperkirakan bakal menelan dana sebanyak US$ 1,8 miliar atau Rp 24 triliun. 80 persen anggaran akan didanai konsorsium Mizuho, Japan Bank of Infrastructure Cooperation, Asian Development Bank, serta Nippon Export Investment Insurance. Pengembang menargetkan pendanaan dapat disepakati pada Desember mendatang.

    ROBBY IRFANY |FERRY FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.