Penerbangan Lion Air Tak Terganggu Status Awas Gunung Agung

Seorang petani mengerjakan sawahnya di areal persawahan sekitar 12 kilometer dari Gunung Agung yang berstatus awas di Desa Rendang, Karangasem, Bali, 24 September 2017. Meskipun Gunung Agung belum menunjukkan erupsi namun sebanyak 40.282 orang di sekitar lereng gunung itu telah diungsikan ke berbagai wilayah di Bali. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta -Manager Humas Lion Air Andi M Saladin mengungkapkan hingga hari ini belum ada penurunan jumlah penumpang dari dan menuju Bali setelah status Gunung Agung dinaikkan dari siaga menjadi awas. Menurut Andi, meski jumlah penumpang stabil, dia mengatakan tetap akan mengikuti peraturan yang dikeluarkan pemerintah. "Kami akan mengikuti peraturan yang dikeluarkan Kemenhub saja,” ujarnya saat dihubungi Tempo, Senin, 25 September 2017.

Ia mengungkapkan, selama ini pihak Kementerian Perhubungan selalu menyiapkan bandara-bandara terdekat sebagai pilihan pendaratan darurat jika status gunung terlalu berbahaya.

Pada Jumat, 22 September 2017, status Gunung Agung dinaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari siaga menjadi awas. Andi mengakui kenaikan dan penurunan jumlah penumpang, masih dalam batas normal.

Dikonfirmasi di waktu yang berbeda, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan status awas Gunung Agung belum berdampak pada penerbangan di Bandara I Gustu Ngurah Rai, Bali. Namun demikian, Agus tetap mengingatkan kepada seluruh maskapai penerbangan, khususnya yang beroperasi di sekitar Bali untuk mewaspadai dan mematuhi prosedur standar operasi (SOP) penerbangan yang ditetapkan. “Hal ini bertujuan untuk keamanan dan keselamatan yang mutlak dalam setiap penerbangan,” ujarnya, Senin, 25 September 2017.

Hal yang perlu diwaspadai menurut Agus, selain ledakan gunung berapi, adalah debu vulkanik yang merupakan ancaman berbahaya bagi pesawat udara. Ia menjelaskan debu dari letusan gunung dapat merusak baling-baling pesawat dan merusak bagian turboprop. Hal ini akan mengganggu kinerja mesin jet dan komponen vital lainya.

Pada Jumat, 22 September 2017, terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali. Hal ini mengakibatkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Agung dari level III (siaga) menjadi level IV (awas).

M JULNIS FIRMANSYAH






Lion Air Minta Maaf Setelah Pesawatnya Gagal Lepas Landas di Jambi

4 hari lalu

Lion Air Minta Maaf Setelah Pesawatnya Gagal Lepas Landas di Jambi

Sebanyak 152 penumpang mengalami keterlambatan jadwal akibat pesawat Lion Air rute Jambi-Jakarta gagal lepas landas.


Berikut Daftar Maskapai yang Pindah Terminal di Bandara Soetta Mulai 7 Desember

4 hari lalu

Berikut Daftar Maskapai yang Pindah Terminal di Bandara Soetta Mulai 7 Desember

AP II menyeimbangkan kapasitas terminal atau rebalancing capacity di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.


Lion Air Grup Kembali Minta Maaf, Cerita Kaesang Kesal Jadwal Penerbangannya Diubah

16 hari lalu

Lion Air Grup Kembali Minta Maaf, Cerita Kaesang Kesal Jadwal Penerbangannya Diubah

Lion Air meminta maaf atas keluhan dari salah satu penumpang yang tak lain adalah Putra Kedua Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.


ACT Disebut Hanya Keluarkan Rp 900 Juta dari Dana Rp 2 Miliar untuk Bangun Sekolah

17 hari lalu

ACT Disebut Hanya Keluarkan Rp 900 Juta dari Dana Rp 2 Miliar untuk Bangun Sekolah

Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) disebut melakukan pemotongan anggaran Boeing Community Investment Fund. Dalam penggunaannya tak libatkan ahli waris


ACT Tidak Pernah Laporkan Progres Progam Sosial dari Dana Bantuan Boeing

23 hari lalu

ACT Tidak Pernah Laporkan Progres Progam Sosial dari Dana Bantuan Boeing

Jaksa mengatakan, ACT tak pernah melaporkan progres penggunaan dana bantuan sosial Boeing senilai Rp 138 miliar.


Sidang Dakwaan Ahyudin ACT, Pengacara: Jaksa Tak Sertakan Pasal Pencucian Uang

23 hari lalu

Sidang Dakwaan Ahyudin ACT, Pengacara: Jaksa Tak Sertakan Pasal Pencucian Uang

Jaksa membacakan dakwaan terhadap terdakwa eks Presiden ACT Ahyudin. Dalam dakwaannya, jaksa tak menyertakan pasal pencucian uang.


ACT Sebut Ditunjuk Boeing untuk Kelola Dana Santunan Kecelakaan Lion Air JT610

24 hari lalu

ACT Sebut Ditunjuk Boeing untuk Kelola Dana Santunan Kecelakaan Lion Air JT610

ACT menyatakan kepada ahli waris kecelakaan pesawat Lion Air JT610 bahwa telah ditunjuk Boeing untuk mengelola dana santunan


Batik Air Investigasi Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

24 hari lalu

Batik Air Investigasi Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

Batik Air member of Lion Air Group melakukan proses investigasi kejadian penanganan bagasi nomor penerbangan ID-7130.


Batik Air Minta Maaf Soal Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

25 hari lalu

Batik Air Minta Maaf Soal Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

Batik Air memberikan klarifikasi soal layanan bagasi nomor penerbangan ID-7130 yang sebelumnya dikeluhkan Kaesang Pangarep.


Kaesang Pangarep Curhat Naik Batik Air ke Surabaya tapi Kopernya Sampai Kualanamu

25 hari lalu

Kaesang Pangarep Curhat Naik Batik Air ke Surabaya tapi Kopernya Sampai Kualanamu

Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, menceritakan pengalaman yang tidak menyenangkan saat naik pesawat Batik Air. Begini kisahnya.