Dirut BTN: Penurunan NPL Terkendala Dampak Virus Corona

Senin, 17 Februari 2020 16:17 WIB

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Pahala Nugraha Mansyuri (tengah, berkemeja putih) dan jajaran direksi menyampaikan paparan kinerja perseroan dalam acara media briefing di Menara Yodya, Cawang, Jakarta Timur, Senin, 17 Februari 2020. Tempo/Francisca Christy

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Bank Tabungan Negara atau BTN, Pahala Nugraha Mansyuri mengatakan upaya penurunan rasio non-performing loan (NPL) atau kredit macet di banknya akan terkendala dampak penyebaran virus corona. Pahala mengatakan, penurunan rasio NPL, utamanya di segmen konsumer, belum dapat signifikan dicapai pada kuartal I.

"Dengan adanya perkembangan yang terakhir, segmen pariwisata dan sektor yang rentan penurunan perjalanan dari luar negeri ke Indonesia karena virus corona, sedikit banyak menghambat penurunan angka NPL di segmen konsumer di Q-1 (kuartal I)," ujar Pahala di Menara Yodya, Cawang, Jakarta Timur, Senin, 17 Februari 2020.

Menurut Pahala, perusahaan berkode emiten BBTN itu baru dapat menggenjot penurunan NPL secara signifikan pada kuartal II sampai kuartal IV nanti. Adapun hingga akhir tahun, BTN menargetkan rasio kredit macet dapat menurun hingga 3,5 persen.

Pada akhir 2019, BTN mencatat NPL gross perseroan naik dari 2,81 persen menjadi 4,78 persen. Sedangkan rasio NPL net naik dari 1,8 persen menjadi 2,96 persen.

Kenaikan rasio kredit macet ini mengharuskan BTN menaikkan biaya pencadangan yang dampaknya menurunkan laba emiten. Dalam laporan keterbukaan, laba perusahaan tahun lalu anjlok sampai 92,5 persen dari Rp 2,8 triliun pada akhir 2018 menjadi Rp 209,26 miliar.

Pahala menjelaskan, perseroan sudah menyiapkan strategi untuk menurunkan rasio NPL. Misalnya dengan memperkuat sistem collection management. BTN juga akan mempercepat penjualan aset kredit macet.

Direktur Collection & Asset Management Bank BTN Elizabeth Novi mengatakan, penjualan aset akan dilakukan melalui lelang. "Kami akan lelang aset rumah murah BTN dan menawarkan untuk menjual massal ke investor," ujarnya.

BTN akan melibatkan platform penjualan e-commerce seperti Bukalapak untuk memudahkan penjualan aset. Di sisi lain, perseroan juga akan membuka kerja sama dengan lembaga pembiayaan sekunder perumahan Secondary mortgage facility (SMF) untuk meneruskan kredit-kredit bermasalah secara massal.


Berita terkait

Kasus Hilangnya Dana Nasabah di Bank BTN, OJK Sebut Bank Harus Bertanggung Jawab jika Terbukti Ada Kesalahan

17 jam lalu

Kasus Hilangnya Dana Nasabah di Bank BTN, OJK Sebut Bank Harus Bertanggung Jawab jika Terbukti Ada Kesalahan

OJK merespons kasus BTN dan mengingatkan agar masyarakat berhati-hati saat berinvestasi.

Baca Selengkapnya

Terpopuler: Jokowi Dinilai Lemah terhadap Freeport, Keluarga Prabowo Bangun Pabrik Timah

5 hari lalu

Terpopuler: Jokowi Dinilai Lemah terhadap Freeport, Keluarga Prabowo Bangun Pabrik Timah

Terpopuler: Pemerintah Jokowi dinilai lemah terhadap Freeport, keluarga Prabowo Subianto bangun pabrik timah di Batam.

Baca Selengkapnya

Terkini: Pesangon 233 Mantan Pekerja Pabrik Sepatu Bata Dibayarkan Senin, Penipuan Oknum Pegawai Bank ke Nasabah Sering Terjadi OJK Bilang Begini

5 hari lalu

Terkini: Pesangon 233 Mantan Pekerja Pabrik Sepatu Bata Dibayarkan Senin, Penipuan Oknum Pegawai Bank ke Nasabah Sering Terjadi OJK Bilang Begini

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Cabang Purwakarta memastikan 233 pekerja pabrik Sepatu Bata yang di PHK akan menerima pesangon pada Senin.

Baca Selengkapnya

Terkini Bisnis: Kisah Petugas Kebersihan di Proyek Bendungan Sepaku Semoi IKN, Tanggapan Stafsus ESDM Soal Kritik Hilirisasi Nikel Lebih Untungkan Cina

5 hari lalu

Terkini Bisnis: Kisah Petugas Kebersihan di Proyek Bendungan Sepaku Semoi IKN, Tanggapan Stafsus ESDM Soal Kritik Hilirisasi Nikel Lebih Untungkan Cina

Cerita pekerja harian di proyek Bendungan Sepaku Semoi Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.

Baca Selengkapnya

Modus Penipuan Oknum Pegawai ke Nasabah Sering Terjadi, OJK Pernah Sarankan Bank Ambil Alih

5 hari lalu

Modus Penipuan Oknum Pegawai ke Nasabah Sering Terjadi, OJK Pernah Sarankan Bank Ambil Alih

Kasus dugaan penipuan oleh oknum pegawai BTN terhadap nasabah banyak menarik perhatian setelah korban berunjuk rasa di depan kantor bank itu.

Baca Selengkapnya

Mudarat Tambang buat Ormas

5 hari lalu

Mudarat Tambang buat Ormas

Risiko mengintai di balik rencana pemberian izin tambang batu bara kepada ormas keagamaan. Perusahaan besar berpotensi sebagai 'penumpang gelap'.

Baca Selengkapnya

Terpopuler: Deretan Masalah Program Pendidikan Dokter Spesialis Gratis hingga Lowongan Kerja BTN

7 hari lalu

Terpopuler: Deretan Masalah Program Pendidikan Dokter Spesialis Gratis hingga Lowongan Kerja BTN

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis pada Kamis, 9 Mei 2024, dimulai dari deretan masalah dari Program Pendidikan Dokter Spesialis Gratis atau PPDS.

Baca Selengkapnya

BTN Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Dibuka hingga Besok

7 hari lalu

BTN Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Dibuka hingga Besok

BTN membuka lowongan kerja untuk dua posisi, yakni yakni Customer Service Staff (CS) dan Teller Service Staff (TS). Simak rinciannya berikut ini.

Baca Selengkapnya

Terkini: Jokowi Perintahkan Sri Mulyani Berkomunikasi dengan Prabowo, Ombudsman Buka Suara Kasus Penipuan Deposito BTN

7 hari lalu

Terkini: Jokowi Perintahkan Sri Mulyani Berkomunikasi dengan Prabowo, Ombudsman Buka Suara Kasus Penipuan Deposito BTN

Staf Khusus Menteri Keuangan mengatakan Jokowi sudah memerintahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkomunikasi dengan Prabowo.

Baca Selengkapnya

Kasus Penipuan Deposito BTN, Ombudsman: Bukan Kali Pertama Terjadi

8 hari lalu

Kasus Penipuan Deposito BTN, Ombudsman: Bukan Kali Pertama Terjadi

Kasus penipuan deposito BTN bukan kali pertama. Ombudsman mengungkap kasus serupa sudah terjadi dua kali di dua tahun terakhir

Baca Selengkapnya