Rabu, 17 Oktober 2018

Sejumlah Industri Tekstil Merumahkan Karyawannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memilah rambut yang akan digunakan untuk membuat rambut palsu di pabrik PT Bio Takara, Purwokerto, Jawa Tengah, 11 Maret 2015. Eksport tekstil di Jawa Tengah telah meningkat 46 persen selama empat tahun terakhir. Dimas Ardian/Bloomberg via Getty Images

    Pekerja memilah rambut yang akan digunakan untuk membuat rambut palsu di pabrik PT Bio Takara, Purwokerto, Jawa Tengah, 11 Maret 2015. Eksport tekstil di Jawa Tengah telah meningkat 46 persen selama empat tahun terakhir. Dimas Ardian/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengakui terdapat sejumlah industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) merumahkan karyawannya, karena daya beli masyarakat yang menurun.

    "Memang saat ini ada beberapa industri tekstil yang merumahkan para karyawannya. Ini sebenarnya hanya industri tekstil yang orientasi pasarnya domestik," kata Menperin Saleh Husin di Jakarta, Selasa.

    Sedangkan untuk industri TPT yang berorientasi ekspor, lanjutnya, justru sedang mengembangkan usaha dan memperluas pasarnya.

    Kementerian, tambahnya, dalam hal ini mengupayakan beberapa langkah, antara lain memberikan kemudahan dalam mendapatkan bahan baku, memberi kemudahan pembiayaan, membangun "buffer stock" atau stok bahan baku dan melakukan koordinasi dengan kementerian lainnya.

    "Kami juga mendorong agar industri yang berorientasi domestik untuk melakukan ekspor," kata Menperin.

    Menperin meyakini kondisi tersebut hanya terjadi sementara, karena pada triwulan I/2015 permintaan menurun, yang berakibat pada produksi menurun, sehingga banyak karyawan yang dirumahkan.

     

    ANTARA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.